News

5 Hoaks yang Bantu 'Bongbong' Marcos Menangi Pilpres Filipina, Rezim Diktator Diklaim Zaman Keemasan

'Bongbong' meraup 31 juta suara (58,74 persen). Sementara pesaing sengitnya, Wakil Presiden Leni Robredo, harus puas dengan 14 juta suara (27,99 persen).


5 Hoaks yang Bantu 'Bongbong' Marcos Menangi Pilpres Filipina, Rezim Diktator Diklaim Zaman Keemasan
Sejumlah unggahan media sosial mengeklaim Marcos Jr diabaikan media, padahal ia sendiri yang menghindari sebagian besar wawancara media sekaligus pertanyaan wartawan di rapat umum. (Associated Press)

AKURAT.CO Ferdinand Marcos Jr mengeklaim kemenangannya dalam pemilihan presiden (Pilpres) Filipina 2022 pada Rabu (11/5). Dengan 98 persen suara yang telah dihitung, pria yang akrab dipanggil 'Bongbong' ini meraup 31 juta suara (58,74 persen). Sementara itu, pesaing sengitnya, Wakil Presiden Leni Robredo, harus puas dengan 14 juta suara (27,99 persen).

Jika kemenangannya disahkan, keluarga Marcos akan kembali berkuasa setelah 30 tahun lebih mereka terpaksa melarikan diri dari negara itu secara memalukan. Pada 1986, terjadi revolusi Kekuatan Rakyat yang menggulingkan rezim Marcos setelah 21 tahun berkuasa. Selama dua dekade kekuasaan tersebut, pemerintahan Marcos diwarnai pelanggaran HAM dan korupsi yang meluas.

Kemenangan Bongbong di Pemilu Filipina terbaru ini menuai sejumlah kontroversi. Pasalnya, beredar hoaks yang dituding disebarkan oleh tim sukses Marcos Jr selama masa kampanye Pilpres. Hoaks tersebut telah menyesatkan para pemilih dengan informasi salah, tetapi berhasil mendongkrak popularitas sang putra diktator tersebut.

baca juga:

Dilansir dari AFP, ini 5 hoaks di media sosial yang mendukung kemenangan Marcos Jr.

1. Percobaan pembunuhan

5 Hoaks yang Bantu Bongbong Marcos Menangi Pilpres Filipina, Rezim Diktator Diklaim Zaman Keemasan - Foto 1
REUTERS

Dugaan upaya untuk membunuh Marcos Jr menggegerkan media sosial pada awal Februari, beberapa hari sebelum masa kampanye Pilpres dimulai. Isu ini bermula dari video yang diunggah di akun Facebook 'Anti bias' yang berulang kali menyerang saingan utama Marcos Jr, Leni Robredo, dan partai oposisinya. Ditonton lebih dari 3 juta kali, video itu menunjukkan laporan berita tentang lubang peluru di jendela kantor Marcos Jr.

Namun, pemeriksa fakta AFP mendapati kalau video tersebut sudah beredar lebih dari 6 tahun lamanya. Itu diambil dari laporan berita yang diterbitkan oleh GMA News di akun media sosialnya pada Agustus 2015 ketika Marcos Jr menjadi senator.

2. Diabaikan oleh media

5 Hoaks yang Bantu Bongbong Marcos Menangi Pilpres Filipina, Rezim Diktator Diklaim Zaman Keemasan - Foto 2
Bloomberg

Saat masa kampanye, Marcos Jr menghindari sebagian besar wawancara media sekaligus pertanyaan wartawan di rapat umum. Namun, sejumlah unggahan di media sosial mengeklaim bahwa dialah yang diabaikan media. Menurut video yang diunggah di YouTube pada 16 Maret menegaskan kalau kampanye terbuka Marcos Jr di provinsi utara Nueva Ecija tak diliput oleh media. Video ini ditonton lebih dari 23 ribu kali setelah diunggah oleh kanal YouTube 'Showbiz Fanaticz' yang punya riwayat menyebar hoaks terkait Pemilu.