Ekonomi

5 Gebrakan Bisnis Bank Jago, Caplok BFI Finance hingga Rilis Aplikasi

Bank Jago kembali membuat gebrakan. Bank yang dimiliki oleh Gojek tersebut diklaim akan mencaplok perusahaan pembiayaan roda empat, PT BFI Finance Indonesia.


5 Gebrakan Bisnis Bank Jago, Caplok BFI Finance hingga Rilis Aplikasi
Fakta gebrakan bisnis Bank Jago (finews.asia)

AKURAT.CO, Setelah sempat mencuat di akhir tahun lalu, kini Bank Jago kembali dikabarkan membuat sebuah gebrakan. Bank yang dimiliki oleh Gojek via Gopay tersebut diklaim akan mencaplok perusahaan pembiayaan roda empat, PT BFI Finance Indonesia. Kabar tersebut juga berembus dengan sejumlah gebrakan lainnya dari Bank Jago.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Bank Jago.

1. Membeli perusahaan PT BFI Finance Indonesia

Bank Jago saat ini dipimpin oleh pengusaha senior Patrick Sugito serta bankir senior Jerry Ng. Saat ini, beredar kabar bahwa Bank Jago akan melakukan akuisisi pada PT BFI Finance Indonesia Tbk, perusahaan pembiayaan roda empat baru dan bekas pada kisaran harga Rp850-Rp900 per saham. Rencana ini ditempuh karena Bank Jago mengindikasikan sedang melakukan ekspansi ke sejumlah bidang.

2. Optimis raih laba bersih Rp50 miliar meski tahun lalu merugi

Selepas diakuisisi oleh Gojek melalui Gopay sebanyak 22 persen, PT Bank Jago Tbk terus melakukan gebrakan. Kini, bank yang telah go public sejak tahun 1990 tersebut memasang target agresif dengan laba bersih senilai Rp50 miliar sepanjang tahun 2021 ini. Padahal sebelumnya, Bank Jago mengalami kerugian hingga Rp189,56 miliar dengan kerugian dalam tiga tahun terakhir yang terus membengkak.

3. Target aset 190 persen

Selain menargetkan peningkatan laba bersih yang begitu agresif, tahun 2021 ini bank Jago juga berencana akan memiliki pertumbuhan aset senilai 190 persen dari sebelumnya pada tahun 2020 lalu hanya senilai Rp2,17 triliun. Target tersebut nantinya akan ditunjang dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan syariah yang direncanakan tumbuh hingga 259 persen. Selain itu, dana pihak ketiga juga ditargetkan tumbuh hingga 138 persen dibanding tahun 2020 nanti.

4. Rilis aplikasi pengolah keuangan

Pada hari Kamis (15/4) lalu, Bank Jago resmi merilis aplikasi pengolahan keuangan dengan fitur utama dompet digital dan kolaborasi ekosistem digital. Aplikasi keuangan yang bernama Jago tersebut nantinya akan memiliki sejumlah alokasi keuangan mulai dari belanja, transportasi, biaya pendidikan anak, tabungan, hingga hiburan. Selain itu nantinya aplikasi tersebut juga akan mendukung Application Programming Interface yang telah bekerja sama dengan Gojek.

5. Kolaborasi nasabah hingga dompet digital

Selain membuat kantong untuk berbagai keperluan, nantinya nasabah bank Jago juga akan mendapatkan bunga dari kantong menabung dan kantong membayar. Di kantong membayar yang dialokasikan untuk belanja, hiburan, hingga transportasi, nasabah akan mendapatkan bunga sebesar 0,5 persen p.a. setiap bulannya. Sedangkan di kantong menabung, nasabah akan mendapatkan bunga 3,5 persen p.a. setiap bulannya. Selain itu, aplikasi Jago juga bisa digunakan sebagai kantong bersama yang bisa diisi oleh sejumlah nasabah.

Setelah merilis kabar mengenai aplikasi Jago ini, saham bank yang memiliki nama emiten ARTO ini mengalami penguatan sebesar 330,6 persen dalam satu tahun terakhir dengan nilai mencapai Rp11,3 ribu per saham pada Kamis (15/4).[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu