News

5 Fakta Terbaru Penangkapan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Korupsi Izin Pembangunan Alfamidi

Fakta terbaru penangkapan Wali kota Ambon.


5 Fakta Terbaru Penangkapan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Korupsi Izin Pembangunan Alfamidi
Richard Louhenapessy (wikipedia.org)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Ambon. Richard Louhenapessy, sebagai tersangka dugaan kasus suap pada 13 Mei 2022 lalu. Richard diduga telah menerima uang suap senilai Rp500 juta untuk izin pembangunan 20 gerai Alfamidi. 

Dilansir dari sejumlah sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terbaru terkait kasus pengangkapan Richard Louhenapessy. 

1. Mengaku sakit tapi ketahuan jalan-jalan

baca juga:

Richard sebelumnya sempat meminta penundaan pemanggilan dan pemeriksaan karena mengaku sakit. Namun, setelah tim penyelidik melakukan penjemputan paksa, Richard diketahui dalam keadaan sehat. Bahkan, Richard sempat jalan-jalan di mall setelah mencabut jahitan dan suntik antibiotik di rumah sakit. 

2. Harta kekayaan naik drastis

Selama menjabat sebagai Wali Kota Ambon selama dua periode, Richard telah melaporkan kekayaannya sebanyak lima kali. Pertama, pada 9 Maret 2011, ia diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp4,45 miliar. Pada 29 September 2016, kekayaannya sejumlah Rp4,74 miliar. Hingga pada laporan terakhir, 19 Maret 2021, harta kekayaannya mencapai Rp12,49 miliar. 

3. KPK geledah sejumlah kepala dinas

Secara keseluruhan, KPK sedang mnggeledah setidaknya delapan kepala dinas. Beberapa di antaranya adalah Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pendidikan, kepala DInas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu KPK juga memeriksa sejumlah pihak lain seperti staf PT Midi Utama Indonesia hingga direktur CV Angin Timur. 

4. Pergoki pegawai bakar berkas

Pemeriksaan tersebut juga dilakukan dengan menggeledah kantor dinas terkait. Bahkan, KPK sempat memergoki seorang pegawai Pemerintah Kota Ambon yang membakar berkas penting ketika penggeledahan di Kantor Walikota Ambon. Pegawai tersebut kedapatan membakar sejumlah dokumen di dalam toilet. Sedangkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota mMbon membantah kejadian tersebut dan mengaku jika yang dibakar bukan dokumen tetapi sampah. 

5. Temukan catatan pembayaran fee

KPK juga menggeledeah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Ambon. Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menemukan sejumlah barang bukti terkait usulan dan persetujuan izin proyek. Bahkan, dalam dokumen tersebut juga terdapat catatan dugaan penentuan nilai fee proyek. 

Richard Louhenapessy saat ini ditahan setelah diperiksa KPK hingga 1 Juni 2022 mendatang bersama Staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon, Andrew Erin.  []