News

5 Fakta Terbaru Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Polisi Sebut Tak Terkait Aksi Teror

5 Fakta Terbaru Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Polisi Sebut Tak Terkait Aksi Teror
Ilustrasi Ledakan (Pexels)

AKURAT.CO Sebuah ledakan terjadi di kompleks Asrama Brimob Sukoharjo, pada Minggu (25/9) petang. Dalam ledakan tersebut, seorang anggota polisi mengalami luka serius.

Polisi memastikan, ledakan yang terjadi itu tidak terkait aksi terorisme. Lalu apa penyebab ledakan tersebut? Berikut beberapa fakta kasus ledakan di kawasan Asrama Brimob di Sukoharjo.

1. Ledakan berasal dari sebuah paket kardus dari Indramayu

Menurut Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, ledakan berasal dari sebuah paket kardus yang berasal dari Indramayu. Paket tersebut meledak di sebuah pekarangan kosong sebelah asrama.

baca juga:

"Kasus ledakan hari ini pukul 18.20 WIB, di pekarangan kosong asrama anggota kita. Saya ulangi, di pekarangan kosong sebelah rumah anggota kita," ujar Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9) malam.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan serbuk hitam yang diduga sebagai bahan petasan di dalam paket yang meledak tersebut.

2. Polisi amankan seorang terduga pengirim paket di Indramayu

Tidak berselang lama setelah adanya ledakan di kawasan Asrama Brimob di Sukoharjo, polisi kemudian mengamankan pria berinisial S di Indramayu yang diduga sebagai pengirim paket. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo, pihaknya melakukan penangkapan usai adanya permintaan dari Polda Jateng.

"Ada permintaan (Polda Jateng) ke (Polda) Jawa Barat untuk mengecek identitas orang tersebut, dan mengonfirmasinya," ujar Ibrahim Tompo.

Setelah diperiksa polisi, S pun mengaku dirinya pernah mengirimkan paket ke Jawa Tengah dari Indramayu. Saat ini, S pun masih diamankan di Polres Indramayu.

3. Paket yang meledak merupakan barang hasil razia polisi

Paketan kardus yang meledak berisi bubuk hitam bahan petasan dan sumbu petasan. Paket tersebut dikirim oleh CV Mandiri Sujono, yang berada di Indramayu, untuk seorang pemesan di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Pemesanan dilakukan secara online, dan kemudian barang tersebut terkena operasi polisi hingga disita.

Tidak hanya pengirim yang diamankan polisi, seorang pemesan berinisial A juga saat ini diamankan polisi di Polresta Surakarta.

4. Kapolda Jateng pastikan tidak ada unsur aksi terorisme

Lebih lanjut, menurut Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, kasus ledakan yang terjadi di kawasan Asrama Brimob Sukoharjo pada Minggu kemarin dipastikan tidak ada unsur aksi terorisme. Ledakan sendiri terjadi diduga karena adanya unsur kelalaian dari anggota Brimob yang mengamankan barang tersebut.

5. Polisi akan periksa korban untuk mengetahui penyebab pasti ledakan

Irjen Ahmad Luthfi menambahkan, untuk mengetahui pasti kelalaian yang dilakukan anggotanya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang menjadi korban ledakan. Pasalnya, ledakan terjadi di pekarangan kosong, yang diduga didahului oleh pembakaran paket sitaan.

"(Ledakan) itu di pekarangan kosong, entah itu anggota inisiatif membakar atau membuang, nanti kita dalami kalau anggota sudah sadar," papar Luthi.

Diketahui, seorang anggota Brimob yang menjadi korban ledakan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Moewardi, Surakarta.[]