News

5 Fakta Terbaru Kasus Penodaan Agama Yahya Waloni, Akui Kesalahan dan Minta Maaf  

Yahya mengaku melampaui batas dalam ceramahnya


5 Fakta Terbaru Kasus Penodaan Agama Yahya Waloni, Akui Kesalahan dan Minta Maaf  
Yahya Waloni (instagram/ceramah_ustadz_yahya_waloni)

AKURAT.CO, Pada bulan Agustus 2021 lalu, Bareskrim Polri menangkap Ustaz Muhammad Yahya Waloni atas dugaan kasus penodaan agama. Laporan ini dilayangkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme terkait penistaan agama terhadap kitab Injil. Kini, Yahya pun diketahui telah melayangkan permohonan maaf kepada umat nasrani atas pernyataannya. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terkait kasus yang menimpa Yahya Waloni. 

1. Berawal dari video YouTube

Komunitas Mayarakat Cinta Pluralisme melaporkan Muhammad Yahya Waloni atas ceramahnya di sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Tri Datu. Dalam video tersebut, Yahya Waloni menyatakan bahwa kitab Injil atau bible itu hanyalah fiktif bahkan ia juga menyatakan bahwa kitab tersebut adalah palsu.  

2. DIlaporkan sejak April 2021

Sedangkan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme tersebut melaporkan Yahya Waloni sejak tanggal 27 April 2021 dengan dugaan melakukan tindakan SARA. Namun, pihak Bareskrim baru melakukan penangkapan kepada Yahya Waloni pada 26 Agustus 2021 lalu dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan SARA. Penangkapan tersebut dilakukan di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat

3. Jadi tersangka 

Setelah ditangkap dan diproses, Yahya kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penodaan agama. Bahkan, ia juga ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Ia juga dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a (2) terkait orang yang sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi menyebabkan permusuhan, kebencian berdasarkan SARA dan Pasal 156a KUHP terkait penodaan terhadap agama tertentu. Ia terancam hukuman 6 tahun penjara. 

4. Minta maaf

Setelah sempat ditahan di rutan Bareskrim, Yahya menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Senin (27/9) lalu. Dalam sidang tersebut, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama kepada kaum nasrani. Ia juga mengaku khilaf atas ceramah yang dilakukannya tersebut sehingga membuatnya melampaui batas kesopanan dan etika bermasyarakat. 

5. Persekutuan Gereja memaafkan

Menanggapi permohonan maaf dari Yahya Waloni atas ceramahnya yang menyatakan bahwa Kitab Injil itu palsu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan pendapatnya. PGI menyatakan bahwa pihaknya menghargai permintaan maaf tersebut. Selain itu, PGI juga telah memaafkan penceramah tersebut dan mendoakan agar bisa menjadi pelajaran. 

Selain itu, Yahya Waloni juga kini telah mencabut surat kuasanya kepada pengacaranya karena telah mencabut gugatan praperadilan yang akan dijalaninya. Sedangkan hakim pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga menetapkan untuk mencabut permohonan praperadilan Yahywa Waloni. []