Ekonomi

5 Fakta Potensi Kebangkrutan SpaceX, Disampaikan Langsung Elon Musk!

Fakta potensi kebangkrutan SpaceX.


5 Fakta Potensi Kebangkrutan SpaceX, Disampaikan Langsung Elon Musk!
SpaceX berhasil meluncurkan pesawat ulang-alik dengan awak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (NASA)

AKURAT.CO Kabar mengejutkan datang dari salah satu perusahaan antariksa, SpaceX. Pendirinya, Elon Musk, menyatakan bahwa ia memiliki kekhawatiran tersendiri terkait masa depan perusahaan yang dibangunnya pada tahun 2002 tersebut. Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX bisa saja dan berpotensi bangkrut dalam beberapa waktu ke depan. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengungkapkan sejumlah fakta penting terkait kabar potensi bangkrut SpaceX. 

1. Berawal dari email

Kabar potensi bangkrut dari SpaceX ini membuat banyak pihak terkejut. Awal mula kabar tersebut ternyata dari sebuah email yang dikirimkan oleh Elon Musk kepada sejumlah perusahaan terkait. Sedangkan laporan terkait adanya email tersebut disampaikan oleh Space Explored yang merupakan sub dari 9to5Mac. 

2. Produksi mesin kurang maksimal

Dalam email yang berisi laporan tersebut, Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan benar-benar bisa saja mengalami kebangkrutan. Salah satu penyebabnya berasal dari produksi mesin. Menurutnya, produksi mesin baru perusahaan untuk roket Starship haruslah ditingkatkan demi mengakomodasi tingkat penerbangan yang lebih tinggi. 

3. Produksi roket sekali setiap dua pekan

Produksi mesin baru untuk roket Starship harus segera ditingkatkan. Pasalnya, produksi Raptor atau mesin baru tersebut sedang mengalami krisis dan keadaannya jauh lebih buruk daripada pekan lalu. Maka dari itu, Elon Musk terus mendorong agar nantinya SpaceX bisa memproduksi mesin roket setidaknya sekali setiap dua pekan. 

4. Demi wujudkan proyek Starship

Awal kebangkrutan bisa saja terjadi jika SpaceX tidak bisa mewujudkan proyek terbarunya, Starship, yang memerlukan roket besar generasi berikutnya untuk meluncurkan barang dan orang ke Bulan dan Mars. Perusahaan tersebut telah melakukan beberapa uji coba. Namun peluncuran ke orbit memerlukan setidaknya 39 mesin Raptor di setiap roket. Maka dari itu, peningkatan produksi harus segera dilakukan. 

5. Tidak boleh cuti kecuali sangat darurat

Awanya, Elon Musk akan mengambil libur panjang Thanksgiving. Namun, ketika menyadari betapa seriusnya masalah terkait mesin Raptor ini, ia memutuskan untuk menunda liburannya dan memilih tetap bekerja sepanjang akhir pekan. Tak hanya itu, ia juga mendorong sejumlah karyawannya untuk tetap bekerja di akhir pekan kecuali memiliki masalah keluarga yang kritis. 

Terkait potensi ini, Elon Musk juga menambahkan kebangkrutan SpaceX memang bisa saja tidak terjadi hanya karena sejumlah masalah yang kini dihadapi. Namun SpaceX bisa saja tetap bangkrut jika terjadi resesi global besar.[]