News

5 Fakta Polemik Rangkap Jabatan Rektor UI, Berakhir Pengunduran Diri

Polemik rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro terus bergulir


5 Fakta Polemik Rangkap Jabatan Rektor UI, Berakhir Pengunduran Diri
Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro (AKURAT.CO/Furkan)

AKURAT.CO, Polemik rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro terus bergulir. Terbaru, Ari memutuskan mengundurkan diri sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI.

Sebelumnya, rangkap jabatan yang dilakukan Ari Kuncoro menjadi sorotan publik. Tidak sedikit kritikan yang dilayangkan kepada Ari Kuncoro karena dinilai melanggar statuta. Seperti apa perjalanan polemik rangkap jabatan Rektor UI? Berikut AKURAT.CO himpun beberapa faktanya.

1. Mencuatnya rangkap jabatan bermula dari meme BEM UI

Mencuatnya kasus rangkap jabatan Rektor UI bermula dari meme Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengkritik Presiden Jokowi. Dalam meme tersebut terdapat foto Jokowi dengan mengenakan mahkota, dengan keterangan "Jokowi: King of Lip Service".

Munculnya meme tersebut di laman Instagram BEM UI kemudian membuat pengurus BEM UI dipanggil pihak rektorat UI. Menurut Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, hasil pemanggilan tersebut ialah permintaan dari pihak rektorat UI untuk menghapus postingan tersebut.

Pemanggilan BEM UI oleh rektorat terkait meme kritikan terhadap Jokowi pun menjadi sorotan publik. Tidak sedikit yang menyebut pikah rektorat telah membatasi ruang ekpresi mahasiswa.

Hingga akhirnya, pegiat Antikorupsi Donal Fariz mengungkap status rektor UI yang ternyata merangkap jabatan. Donal Fariz membongkar rangkap jabatan rektor melalui cuitannya di Twitter pada 28 Juni 2021.

2. Rangkap jabatan rektor UI menjadi polemik di media sosial

Setelah Donal Fariz mengungkapkan status rektor UI yang rangkap jabatan, berbagai kritikan pun dilayangkan warganet kepada Rektor UI, Ari Kuncoro. Bahkan, beberapa kali Ari Kuncoro menjadi trending topic di Twitter.

3. Ari Kuncoro dinilai melanggar Peraturan Pemerintah terkait Statuta UI

Rangkap jabatan yang dilakukan Ari Kuncoro dinilai melanggar Peraturan Pemerintah RI nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia. Dalam peraturan tersebut, rektor dan wakil rektor dilarang merangkap jabatan.

4. Jokowi mengamandemen Peraturan Pemerintah soal Statuta Rektor UI

Setelah menuai polemik, Peraturan Pemerintah soal Statuta UI kemudian diamandemen. Jika sebelumnya rektor UI dilarang merangkap jabatan di perusahaan BUMN, BUMD, atau swasta, maka saat ini diperbolehkan dengan catatan bukan jabatan direksi.

Amandemen Peraturan Pemerintah soal Statuta UI tersebut ditandatangi Presiden Jokowi dalam PP Nomor 75 tahun 2021 tentang Statuta UI pada 2 Juli 2021 lalu.

5. Ari Kuncoro mengundurkan diri dari Wakil Komisaris Utama BRI

Setelah Presiden Jokowi melakukan amandemen soal statuta UI, rektor UI Ari Kuncoro kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Pengunduran diri berlaku per tanggal 21 Juli 2021.

Itu dia beberapa fakta polemik rangkap jabatan rektor UI yang menjadi perbincangan publik. []