News

5 Fakta Perjalanan MURI, Berdiri Sejak 1990

5 Fakta Perjalanan MURI, Berdiri Sejak 1990
Galeri Museum Rekor-Dunia Indonesia yang berlokasi di Semarang (Pusat Informasi Publik Kota Semarang)

AKURAT.CO Pencatatan rekor di Indonesia tak lepas dari lembaga bernama Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). MURI adalah sebuah lembaga yang mencatat dan menganugerahkan prestasi superlatif (tingkat teratas) dari karya masyarakat Indonesia.

Pendiri MURI yaitu Jaya Suprana, seorang pengusaha, pianis, budayawan, presenter TV, dan pemerhati masalah sosial. Hingga kini, MURI memiliki tujuh kategori pencatatan rekor, yakni seni dan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan dan olahraga, kemanusiaan dan lingkungan hidup, perintis dan penemuan, serta ekonomi dan industri.

Lalu, bagaimana perjalanan MURI dari awal didirikan hingga saat ini? Melansir laman resmi MURI, berikut AKURAT.CO merangkum fakta perjalanan lembaga ini.

baca juga:

1. Didirikan tanggal 27 Januari 1990

Pendirian Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) diprakasai oleh Jaya Suprana. Awalnya, lembaga ini bernama Museum Rekor Indonesia. Pendirian MURI bukan tanpa alasan, yaitu bertujuan untuk menegakkan pilar kebanggaan nasional sehingga bangsa Indonesia dapat menghargai dan bangga atas prestasi superlatif, karsa dan karya peradaban, serta kebudayaan bangsa Indonesia. MURI didirikan pada tanggal 27 Januari 1990 di kawasan perindustrian Jamu Jago, Semarang bagian selatan.

2. Rekor pertama yang dicatat MURI

Belum lama didirikan, sebuah rekor baru tercipta. Pada tanggal 14 Juli 1990, MURI membukukan rekor pertama yakni 'Pejalan Kaki Termuda'. Rekor tersebut diraih oleh Vinas V. Lindri Saputri, seorang anak berumur 6 tahun yang berhasil berjalan dari Semarang sampai Jakarta dengan menempuh jarak 55 kilometer selama 26 hari.

3. Penerbitan buku rekor MURI hingga pergantian nama

Pada tahun 1992, MURI telah mencatat 200 rekor di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, karena banyaknya rekor-rekor yang berhasil diraih dan dipecahkan, maka pada tahun 2009, MURI menerbitkan Buku Rekor-rekor MURI yang berisikan catatan rekor dari tahun 1990-2008. Pada tahun yang sama pula, MURI melakukan pergantian namanya menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia yang dipakai sampai sekarang. Pergantian nama ini turut memperluas fungsi MURI yang juga mencatat rekor skala dunia.

4. Galeri MURI Jakarta dan Jawa Timur

Tak hanya di Semarang, pada tahun 2013, didirikan pula Galeri MURI Jakarta yang bertempat di Mall of Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 2019, dibangun pula Galeri MURI di Jatim Park 3, Batu, Jawa Timur yang diresmikan oleh Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur.

5. Aktif dalam kegiatan sosial

Sepanjang perjalanannya di tanah air, MURI telah menganugerahkan dan mencatatkan berbagai rekor. MURI juga turut berkontribusi dalam aksi sosial.

Pada tahun 2020 lalu, tepat pada perayaan 30 Tahun MURI, mereka menggelar bakti sosial bertajuk #MURIuntukIndonesia. Bakti sosial ditujukan kepada masyarakat Kampung Sumur, Jakarta Timur. Selain itu, MURI juga membagi alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan dan masker kain kepada masyarakat umum dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19.

Pada Sabtu, 10 Desember 2022, AKURAT.CO bakal mencatatkan rekor MURI atas "Perayaan Ulang Tahun dengan Publikasi Liputan Terbanyak di Satu Portal Berita". Penyerahan piagam dilaksanakan dalam rangkaian konser ulang tahun ke-6 AKURAT.CO bertajuk BTN Artikulasi Festival di Hall Basket Senayan Jakarta.[]