News

5 Fakta Perjalanan Karier Achmad Yurianto, dari Dokter Militer hingga Jubir Satgas Covid-19

Achmad Yurianto mengembuskan napas terakhir di usia 60 tahun setelah menjalani perawatan kanker usus yang ia derita.


5 Fakta Perjalanan Karier Achmad Yurianto, dari Dokter Militer hingga Jubir Satgas Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto (Tangkapan Layar Live Youtube BNPB)

AKURAT.CO  Achmad Yurianto, mantan Juru Bicara Penanganan Covid-19 dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (21/5). Yurianto mengembuskan napas terakhir di usia 60 tahun setelah menjalani perawatan kanker usus yang ia derita.

Sosoknya banyak dikenal luas oleh masyarakat terutama saat ia menjadi juru bicara pemerintah untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sebelumnya, ia meru[pakan dokter yang bertugas di dunia militer.

Dari dokter militer hingga Jubir Satgas Covid-19, berikut deretan fakta karier Achmad Yurianto.

baca juga:

1. Menjadi dokter militer

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini mengawali kariernya sebagai seorang dokter militer. Di tahun 1987 ia menjadi Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya. Sejak saat itu ia beberapa kali dipindahtugaskan ke daerah-daerah di Indonesia.

2. Menjadi wakil kepala rumah sakit

Setelah menjadi dokter militer, di tahun 2006 Yurianto diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Pria asal Malang ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang pada tahun 2008. Kemudian ia juga pernah diposisikan di Ambon, Maluku sebagai Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada 2009. Pada 2011 ia menjabat Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI . 

3. Berkarir di kementerian

Kemudian Yurianto memutuskan untuk pensiun dari dunia militer dengan pangkat terakhir sebagai Kolonel. Ia kemudian bergabung dengan Kementerian Kesehatan di tahun 2014. Saat itu di masa Nila Moeloek menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Yurianto diminta untuk memegang jabatan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Jabatan itu kurang lebih dipegangnya selama 4 tahun, sebelum akhirnya diangkat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan di tahun 2019.

4. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19

Terakhir, saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Achmad Yurianto ditunjuk sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Penunjukan tersebut dilakukan pada 3 Maret 2020 saat Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Sejak saat itulah publik semakin mengenal sosok Achmad Yurianto karena sering muncul di layar kaca untuk menginformasikan terkait perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Namun pada akhir Oktober, Yurianto berhenti dari jabatan Dirjen P2P Kemenkes dan dilantik oleh Menteri Terawan sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. 

5. Diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

Usai 4 bulan menempati jabatan sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, di tahun 2021 Yurianto dilantik di Istana Negara sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan bersama dengan 6 anggota lain. Di posisi tersebut, Yurianto memegang masa jabatan untuk periode 2021-2026. 

Itulah tadi sederet fakta perjalanan karier Achmad Yurianto yang baru saja berpulang. Selamat jalan. []