News

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya

Virus Langya termasuk dalam keluarga henipavirus yang punya tingkat kematian 40-70 persen, jauh di atas tingkat kematian keluarga virus corona.

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya
Menurut Francois Balloux dari University College London, bukan hal yang mustahil virus Langya (LayV) menjadi pandemi dalam beberapa dekade mendatang. (India Today)

AKURAT.CO Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan pada Minggu (7/8) mengaku tengah memantau perkembangan terkini seputar penyakit baru bernama virus Langya atau Langya henipavirus (LayV). Sejauh ini, 35 kasus positif baru-baru ini dilaporkan di Provinsi Shandong dan Henan yang bertetangga di China timur. Taiwan pun berjanji akan mulai mengembangkan prosedur untuk melacak virus Langya dan mengurutkan genomnya.

Virus Langya pertama kali terdeteksi pada akhir 2018. Lantas, apa saja yang sudah diketahui oleh para ilmuwan soal virus Langya?

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting virus Langya. 

baca juga:

1. Apa itu virus Langya?

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya - Foto 1
India Today

Virus Langya termasuk dalam keluarga henipavirus yang biasanya bersarang di kelelawar buah. Jenis lainnya yang masuk dalam keluarga henipavirus adalah virus Hendra dan virus Nipah. Virus Hendra pertama kali diidentifikasi di Australia pada 1994 dan menginfeksi manusia dan kuda. Sementara itu, virus Nipah pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada 1999. Keduanya punya tingkat kematian yang tinggi pada manusia.

Virus Langya tampaknya paling dekat hubungannya dengan Mojiang henipavirus, menurut penelitian China yang dipimpin Xiao-Ai Zhang dari Institut Mikrobiologi dan Epidemiologi Beijing serta Fa-Chun Jiang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Qingdao. Pada 2012, Mojiang henipavirus dikaitkan dengan timbulnya pneumonia parah yang berujung kematian pada 3 pria yang bekerja di sebuah tambang tembaga telantar di China.

Dalam perkembangan terakhir, sekelompok orang dengan demam dan riwayat paparan hewan baru-baru ini sedang dipantai di China timur. Virus Langya pun diidentifikasi dalam sampel usap tenggorokan dari 1 individu.

Analisis selanjutnya oleh tim peneliti yang sama telah mengungkap bahwa 35 kasus virus Langya diketahui muncul di warga, sebagian besar petani, di provinsi Shandong dan Henan pada Desember 2018-Mei 2021.

2. Gejala virus Langya

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya - Foto 2
BBC

Dari 35 kasus tersebut, para peneliti tak menemukan tanda-tanda infeksi lain pada 26 pasien, sehingga bisa dipastikan virus Langya adalah penyebab gejala mereka. 

Dari 26 pasien tersebut, semuanya mengalami demam. Kelelahan menjadi gejala paling umum kedua (dialami 54 persen pasien), diikuti batuk (50 persen), serta pegal dan nyeri otot (46 persen). Selain itu, 38 persen merasa mual, 35 persen mengalami sakit kepala, dan 35 persen lainnya mengalami muntah.

Lebih dari setengah (54 persen) memiliki leukopenia, jumlah sel darah putih tak mencukupi untuk melawan patogen. Lebih dari sepertiga (35 persen) mengalami trombositopenia, rendahnya jumlah sel pembekuan darah.

Gangguan fungsi hati atau ginjal masing-masing mempengaruhi 35 persen dan 8 persen pasien.

3. Asal-usul virus Langya

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya - Foto 3
NewScientist

Tim peneliti menguji 25 hewan liar kecil untuk virus tersebut. Lebih dari seperempat (27 persen) dari 262 tikus yang diteliti punya tingkat virus Langya yang terdeteksi. Artinya, mereka diyakini sebagai inang alami virus. Namun, tim peneliti tak merinci spesies tikus apa yang mereka teliti.

Saat meneliti hewan peliharaan, mereka mendeteksi virus pada 4 dari 79 anjing (5 persen) dan 3 dari 168 kambing (2 persen).

Sementara itu, tim peneliti tak menemukan bukti kontak dekat antara pasien yang terinfeksi virus. Pada 9 pasien, pelacakan kontak dengan 15 anggota keluarga kontak dekat mereka mengungkap tak ada transmisi virus Langya. Artinya, virus ini tak menular dari manusia ke manusia. Meski begitu, ukuran sampel terlalu kecil untuk mengesampingkan penularan dari manusia ke manusia, menurut tim peneliti.

4. Belum ada vaksin dan obatnya

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya - Foto 4
NewsWeek

Keluarga henipavirus, termasuk jenis baru ini, digolongkan sebagai virus dengan tingkat keamanan hayati 4, menurut WHO. Artinya, tingkat kematiannya mulai dari 40 persen hingga 75 persen. Menurut Global Times, ini jauh di atas tingkat kematian yang umum untuk virus corona, keluarga virus Covid-19.

Saat ini, tak ada vaksin untuk henipavirus. Satu-satunya pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter dan profesional medis adalah perawatan pendukung untuk berbagai gejala.

Meski begitu, belum ada kematian yang dilaporkan pada 35 kasus terbaru ini. Tim peneliti mengungkapkan beberapa orang yang terinfeksi menderita pneumonia, tetapi tak merinci berapa banyak atau seberapa parah.

5. Kecil kemungkinannya menjadi pandemi

5 Fakta Penting Virus Langya yang Menginfeksi 35 Warga China, Belum Ada Vaksin dan Obatnya - Foto 5
LiveMint

Menurut Olivier Restiff dari Universitas Cambridge, henipavirus biasanya tak menyebar di antara manusia. Karena itu, kecil kemungkinannya virus Langya menjadi pandemi.

"Satu-satunya henipavirus yang menunjukkan tanda-tanda penularan dari manusia ke manusia adalah virus Nipah. Itu pun membutuhkan kontak yang sangat dekat. Saya tak berpikir virus ini berpotensi besar menjadi pandemi," komentarnya.

Menurut Francois Balloux dari University College London, faktanya, hanya ada sedikit kasus selama beberapa tahun. Itu menunjukkan bahwa virus Langya tak menyebar dengan cepat. Meski begitu, sumber yang paling mungkin dari setiap pandemi di masa depan adalah virus yang berpindah dari hewan ke manusia.

"Sebagian besar patogen kita berasal dari populasi hewan. Saya pikir kita harus lebih siap terhadap terjadinya peristiwa seperti Covid-19. Menurut saya, sangat mungkin ini akan terjadi dalam beberapa dekade mendatang," pungkasnya.

Itulah 5 fakta penting virus Langya.