News

5 Fakta Penting Vaksin Nusantara Buatan Eks Menkes Terawan, Masuk Uji Klinis Tahap 2

Mantan Menteri Kesehatan (menkes) Terawan Agus Putranto, dikabarkan tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona yang diberi nama Vaksin Nusantara


5 Fakta Penting Vaksin Nusantara Buatan Eks Menkes Terawan, Masuk Uji Klinis Tahap 2
Kepala Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dokter Terawan Agus Putranto saat keluar dari Istana usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Terawan nantinya bakal jadi salah satu menteri Jokowi dari kalangan profesional (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Kesehatan (menkes) Terawan Agus Putranto, dikabarkan tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona. Saat ini, vaksin yang diberinama sebagai 'Vaksin Nusantara' tersebut kabarnya sudah akan memasuki uji klinis tahap dua.

Adapun pengembangan dari vaksin karya anak bangsa tersebut dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selain bekerja sama dengan AIVITA Biomedical, proses pembuatan vaksin terseut juga turut diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting vaksin nusantara.

1. Gunakan metode sel dendritik

Vaksin Nusantara diketahui menggunakan metode sel dendritik. Di mana, proses vaksinasi akan dilakukan dengan cara mengeluarkan sel darah tubuh penerima vaksin, dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Untuk diketahui, sel dendritik sendiri merupakan sel imun yang nantinya akan mengajarkan sel lain dalam tubuh untuk membuat antibodi.

2. Efektif untuk segala usia

Berbeda dari yang lainnya, mantan Menkes Terawan menyebut bahwa Vaksin Nusantara bersifat 'personalized'. Lebih lanjut, seperti dilansir dari Antara, ia juga turut menuturkan bahwa vaksin yang satu ini efektif digunakan untuk segala usia. Baik anak-anak maupun lansia di atas 60 tahun.

3. Masuk uji klinis tahap 2

Setelah pengujian pertama pada akhir Januari 2021 lalu, kini Vaksin Nusantara telah memasuki uji klinis tahap kedua. Hal ini juga telah disampaikan langsung oleh salah satu anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara, Dokter Yetty Movieta Nency.