News

5 Fakta Penting Sastrawan Radhar Panca Dahana yang Tutup Usia

Sepanjang perjalanan kariernya di dunia sastra, ayah tiga anak tersebut telah menerbitkan sejumlah karya


5 Fakta Penting Sastrawan Radhar Panca Dahana yang Tutup Usia
Budayawan Radhar Panca Dahana menjadi pembicara dalam diskusi MPR di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (30/10). Diskusi yang mengangkat tema (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kabar duka kembali menyelimuti dunia sastra Tanah Air. Salah satu sastrawan yakni Radhar Panca Dahana, mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (22/4) kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Seniman sekaligus budayawan tersebut meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (23/4) siang.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting sosok sastrawan Radhar Panca Dahana.

1. Anak kelima

Radhar lahir di Jakarta, 26 Maret 1965. Ia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Uniknya, seluruh saudaranya memiliki nama depan yang sama yakni Radhar. Berdasarkan infromasi yang dihimpun, Radhar sendiri adalah singkatan dari nama kedua orang tuanya yaitu Radsomo dan Suharti.

2. Selesaikan pendidikan di Prancis

Setelah lulus SMA, Radhar sempat ingin melanjutkan pendidikan jurusan ekonomi pembangunan, Universitas Padjadjaran. Namun, mimpi tersebut belum bisa tercapai. Ia lantas diterima dan berkuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia tahun 1993. Terakhir, Radhar kembali menempuh studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis dan lulus tahun 2001.

3. Terbitkan sejumlah karya

Sepanjang perjalanan kariernya di dunia sastra, ayah tiga anak tersebut telah menerbitkan sejumlah karya. Di antaranya seperti 'Menjadi Manusia Indonesia' (esai humaniora) tahun 2002, 'Cerita-cerita dari Negeri Asap' (kumpulan cerpen) 2005, 'Dalam Sebotol Cokelat Cair' (esai sastra) 2007, hingga 'Metamorfosa Kosong' (kumpulan drama) 2007.

4. Raih penghargaan

Semasa hidupnya, Radhar juga pernah meraih sejumlah penghargaan. Pada tahun 1996, ia berhasil terpilih sebagai satu di antara lima seniman muda masa depan Asia versi NHK. Selanjutnya, pada tahun 2005, ia mendapatkan Paramadina Award

Kemudian di tahun 2004, Radhar kembali mendapat penghargaan sebagai Duta Terbaik Pusaka Bangsa, Duta Lingkungan Hidup sejak. Terakhir, Radhar menerima Frix de le Francophonie dari 15 negara berbahasa Prancis tahun 2007.

5. Tutup usia

Radhar meninggal dunia pada usia 56 tahun pada Kamis, 22 April 2021 malam di RSCM, Jakarta Pusat. Diketahui, Radhar berpulang usai melakukan cuci darah. Berdasarkan penuturuan kerabatnya, kondisi Radhar mulai memburuk sejak beberapa bulan terakhir. Selain gagal ginjal, Radhar juga menderita sejumlah penyakit lainnya.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu