News

5 Fakta Penting Sinyo Harry Sarundajang, Wali Kota Ketiga Terlama di Indonesia hingga Dubes RI untuk Filipina

5 Fakta Penting Sinyo Harry Sarundajang, Wali Kota Ketiga Terlama di Indonesia hingga Dubes RI untuk Filipina
Sinyo Harry Sarundajang (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Filipina yang saat ini masih menjabat, Sinyo Harry Sarundajang, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (13/2) dini hari di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta.

Dalam politik Tanah Air, nama Sinyo dikenal sebagai sosok politisi dengan karier yang cukup panjang. Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terkait Sinyo Harry Sarundajang.

1. Mulai berpolitik sejak 1977

Perjalanan karier politik Sinyo berawal ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Setda Provinsi Sulawesi Utara tahun 1977 silam. Hanya bertahan satu tahun, pria kelahiran 16 Januari 1945 ini dipercaya sebagai Penanggung Jawab Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Minahasa. Sejak itulah karierya terus meningkat, mulai dari Wali Kota Daerah TIngkat II Bitung hingga Penanggung Jawab Gubernur Maluku pada tahun 2003.

2. Gubernur dengan segudang prestasi

Sinyo Harry Sarundajang tercatat sebagai sosok Gubernur Sulawesi Utara pertama dari pilihan rakyat. Selama dua periode masa baktinya dari tahun 2005 hingga 2015 silam, pria kelahiran Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara tersebut menorehkan sejumlah prestasi. Beberapa di antaranya adalah keberhasilam Sulut menggelar event internasional mulai dari World Ocean Conference hingga Coral Triangle Initiative.

3. Wali kota terlama ketiga di Indonesia

Pada tahun 1986, pria lulusan Universitas Sam Ratulangi tersebut didapuk sebagai Wali Kota Bitung. Sinyo berhasil membuat Bitung yang sebelumnya tidak memiliki administrasi resmi sebagai sebuah wilayah menjadi sebuah kota yang resmi pada tahun 1990. Sejak saat itu, dirinya didapuk menjadi Wali Kota Bitung hingga tahun 2000 silam. Dengan periode tersebut, Sinyo menjadi walikota dengan durasi terlama ketika di Indonesia yaitu selama 14 tahun.

4. Di balik damainya Maluku

Setelah lepas dari wali kota, Sinyo diangkat menjadi staf Kementerian Dalam Negeri. Beberapa waktu setelahnya, ia ditugaskan di Maluku Utara untuk menangani konflik agama yang telah berlangsung selama lebih dari 4 tahun. Bahkan, malam hari ketika dirinya tiba, sebuah bom meledak hanya 25 meter dari kediamannya. Dengan sejumlah pendekatan, akhirnya pria lulusan S2 Administrasi di Institute International Adminisration Publique, Prancis tersebut berhasil mendamaikan kedua kubu dan menyelesaikan konflik tersebut.

5. Meninggal di usia 76 tahun

Sinyo Harry Sarundajang dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu (13/2) pada pukul 00.31 di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta. Menurut anaknya, komplikasi yang dialami oleh sang ayah beberapa hari sebelumnya menjadi penyebab utama kematian sang politisi. Sedangkan saat ini, pria yang juga terdaftar sebagai Dewan Pers tersebut sedang menjabat sebagai Dubes RI untuk Filipina sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 mendatang.

Nantinya, jenazah Sinyo Harry Sarundajang direncanakan akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara. []

baca juga:

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu