News

5 Fakta Penting Sejarah Hari Kebangkitan Nasional, Ayo Bangkit Bersama!

Fakta Sejarah Hari Kebangkitan Nasional.


5 Fakta Penting Sejarah Hari Kebangkitan Nasional, Ayo Bangkit Bersama!

AKURAT.CO, Tiap tahunnya, masyarakat Indonesia memperingati Hri Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei. Kebangkitan Nasional ini merupakan momen kebangkitan bangsa Indonesia yang mulai memiliki kesadaran nasional yang ditandai dengan berdirinya Boedi Utomo. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait Hari Kebangkitan Nasional. 

1. Diawali dari merebaknya wabah penyakit

Di akhir abad ke-19, Hindia Belanda mengalami wabah penyakit ganas yang membuat tidak hanya warga Indonesia tetapi warga pribumi hingga pasukan Belanda menjadi korbannya. Maka dari itu, Pemerintah Hindia Belanda kala itu memilih untuk mendirikan sekolah Kedokteran Belanda (STOVIA School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) karena jika mendatangkan dokter dari Belanda ke Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

baca juga:

2. STOVIA jadi awal perkembangan cendekiawan

Dengan adanya STOVIA, pemerintah Belanda berharap dapat memiliki sejumlah dokter yang bekerja di Hindia Belanda dan dapat mengatasi penyebaran wabah penyakit. Namun ternyata STOVIA tidak hanya melahirkan dokter yang cakap tetapi juga tokoh cendekiawan dan berintelektual yang akhirnya menjadi awal perkembangan kesadaran Nasional. STOVIA menjadi tempat bertukarnya pikiran dan ide serta tempat persemaian nasionalisme. 

3. Boedi Oetomo berdiri

Para cendekiawan STOVIA pun terus menyebarkan semangat nasionalisme. Hingga akhirnya muncullah sejumlah tokoh Nasional seperti Dr. Stuomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, Gunawan, Suraji hingga R.T. Ario Tritokusumo. Sejumlah tokoh tersebut kemudian mendirikan organisasi pertama di masa pergerakan nasional bernama Boedi Oetomo di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini juga menjadi pemantik deretan organisasi lainnya mulai dari Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah dan lainnya. 

4. Hari kelahiran Boedi Oetomo jadi Harkitnas

Pemilihan tanggal kelahiran Boedi Oetomo sebaga Hari Kebangkitan Nasional masih mengundang diskusi yang bahkan menimbulkan polemik. Pasalnya, Boedi Oetomo ketika itu beranggotakan orang-orang dari etnis dan teritorial Jawa saja. Sedangkan sejumlah pihak lebih memilih Hari Kelahiran Sarekat Islam sebagai Hari Kebangkitan Nasional karena anggota SI yang mencakup penduduk seluruh Hindia Belnda.

5. Logo Harkitnas 2022

Setiap tahunnya, Indonesia merilis tema dan logo Hari Kebangkitan Nasional. Di tahun 2022 ini, logo Harkitnas didominasi oleh warna merah, putih dan biru. Logo Harkitnas ke-114 ini dibuat demi melambangkan semangat yang berkobar, kedamaian dan awal yang baru. Gubungan Merah Putih sebagai lambang awal semangat kebangkitan Indonesia. Sedangkan warna merah berati kuat dan semangat berkobar, Putih sebagai kedamaian dan awal baru, dan Biru sebagai perlindungan dan kenyamanan. 

Sedangkan Harkitnas tahun 2022 ini memiliki tema ‘Ayo Bangkit Bersama’. Tema dan logo ini dipilih sebagai simbol untuk bisa cepat melewati masa-masa krisis pasca COVID-19. []