News

5 Fakta Penting Proyek Startup Island di Pulau Karimunjawa, Dibuka Oktober 2022!

Fakta startup island.


5 Fakta Penting Proyek Startup Island di Pulau Karimunjawa, Dibuka Oktober 2022!
Startup Island (instagram/thestartupisland)

AKURAT.CO, Sebuah kabar mengejutkan datang dari Pulau Karimunjawa. Sebuah perusahaan yang berasal dari Spanyol, The Startup Island, dikabarkan telah mengakuisisi sejumlah pulau di Karimunjawa.

Nantinya di pulau tersebut dibangun sejumlah tempat tinggal dan berbagai fasilitasnya dengan pasar atau konsumen warga luar negeri. Kabar ini pun juga didukung dengan viralnya cuitan dari seorang warganet. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait The Startup Island. 

baca juga:

1. Dirilis oleh perusahaan Indonesia

Startup Island adalah sebuah proyek yang dikelola dan berada di bawah payung hukum PT Levels Hotels Indonesia. Perusahaan ini diklaim telah memiliki perizinan bernomor NIB 020000090380, yang terregistrasi di KBLI 68110.

Dengan adaya izin tersebut, perusahaan berhak untuk melakukan aktivitas bisnis baik menjual atau menyewakan properti termasuk rumah, apartemen, bangunan perumahan dan fasilitas pendukung lainnya. 

2. Dikelola oleh warga Spanyol

Proyek Startup Island fokus pada investasi real estate. Sebuah proyek yang berasal dari dikelola oleh wraga Spanyol ini membeli sejumlah lahan di Pulau Karimunjawa. Kemudian, proyek tersebut membangun tempat tinggal layaknya sebuah kota yang berada di sebuah pulau. Nantinya, kota tersebut diisi oleh berbagai bangunan tempat tinggal dan sejumlah coworking space yang didesain khusus terutama bagi para komunitas startup atau traveller. 

3. Investasi properti

Nantinya, Startup Island membuka investasi properti terhadap kepemilikan berbagai bangunan, terutama tempat tinggal, kepada konsumennya. Tiap konsumen bisa memiliki satu atau lebih apartemen atau rumah di kawasan tersebut.

Konsumen tersebut bisa menempati berbagai rumah pilihannya. Selain itu konsumen juga bisa menyewakannya kepada Startup Island dan nantinya akan dipasarkan kepada berbagai konsumen lainnya dengan sejumlah pihak ketiga seperti Hotels.com, Airbnb hingga Agooda. 

4. Beli rumah Rp808 jutaan 

Konsumen bisa membeli satu rumah atau apartemen dengan harga mencapai EUR 49,5 ribu atau sekitar Rp808,8 juta. Nilai tersebut bisa dicicil selama 6 tahun dengan total pembayaran mencapai EUR 59,5 ribu atau sekitar Rp972,3 juta, terdiri dari pemesanan EUR 6,5 ribu atau sekitar Rp106 jutaan dan pembayaran per bulannya EUR 695 atau sekitar Rp11,3 jutaan selama 72 bulan dan pembayaran terakhir sebesar EUR 3.410 atau sekitar Rp55,7 jutan.

Jika nantinya rumah sudah jadi dan sudah mulai digunakan, konsumen diharuskan membayar biaya bulanan mulai dari ongkos komunitas EUR 65 atau sekitar Rp1,06 jutaan, ongkor air EUR 6 atau sekitar Rp98 ribuan, listrik dan internet EUR 35 atau sekitar Rp571 ribuan. 

5. Kepemilikan hingga 78 tahun bernilai Rp7,15 miliar

Setelah membeli, konsumen akan menjadi pemilik resmi dari rumah tersebut hingga 78 tahun ke depan atau hingga tahun 2100. Jika konsumen memutuskan untuk menyewakannya, ia bisa saja memiliki pendapatan dengan perkiraan mulai dari EUR 500 atau sekitar Rp7,1 juta hingga EUR 1000 atau sekitar Rp16,3 jutaan per bulannya.

Selain itu, nantinya, rumah tersebut juga akan bernilai hingga EUR 500 ribu atau sekitar Rp7,15 miliar dalam 78 tahun ke depan. Setiap rumah nantinya akan memiliki luas sekitar 35 ribu meter persegi dengan pemandangan pantai. 

Dalam informasi yang ditampilkan di website resminya, thestartupisland.com, harga beli rumah tersebut masih bisa terus naik hingga nantinya bernilai EUR 95 ribu atau sekitar Rp1,55 miliar. Sedangkan perumahan atau area tersebut akan mulai ditempati pada bulan Oktober 2022 nanti. []