Ekonomi

5 Fakta Penting Perpanjangan Insentif Pajak Penghasilan, Ada PPh Angsuran!

Insentif pajak akan kembali diberikan hingga akhir semester-I tahun 2022 atau hingga bulan Juni 2022 mendatang.


5 Fakta Penting Perpanjangan Insentif Pajak Penghasilan, Ada PPh Angsuran!
Ilustrasi Pencatatan Pajak (Luqman Hakim Naba)

AKURAT.CO Pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang masa pemberian insentif pajak di tahun 2022 ini. Disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, insentif pajak akan kembali diberikan hingga akhir semester-I tahun 2022 atau hingga bulan Juni 2022 mendatang. Kebijakan ini pun telah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 3/PMK.03/2022 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak yang Terdampak Pandemik COVID-19. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait perpanjangan insentif pajak tahun 2022. 

1. Tiga jenis Pajak Penghasilan

Insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah tersebut menyasar pada Pajak Penghasilan (PPh) dari tiap individu wajib pajak. Berlaku hingga paruh pertama tahun 2022 ini, penerbitan insentif ini pun diberikan sebagai upaya untuk menekan dampak dari pandemi COVID-19. Selain itu, pemberian insentif pajak ini juga diharapkan dapat terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. 

baca juga:

2. Insentif PPh impor

Insentif pertama dalah insentif PPh pasal 22 impor yang diberikan kepada 72 Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU). Demi bisa mendapatkan jenis insentif pajak ini, Wajib Pajak (WP) perlu mengajukan permohonan. WP harus mengajutkan surat keterangan bebas pemungutan PPh pasal 22 impor kepada Kepala KPP melalui pajak.go.id. Nantinya, setiap bulan WP juga diharuskan melaporkan realisasi pembebasan PPh asal 22 impor. 

3. Insentif angsuran PPh

Insentif kedua adalah insentif PPh pasal 25 berupa pengurangan angsuran sebesar 50 persen. Insetif ini berdasarkan angsuran PPh pasal 25 yang seharusnya terutang. Sedangkan angsuran ini hanya berlaku untuk 156 Klasifikasi Lapangan Usaha. Wajib Pajak juga diharuskan menyampaikan pemberitahuan pemanfaat insentif PPh 25 berdasarkan PMK-9/PMk.03/2021. 

4. Insentif PPh final DTP atas P3-TGAI

Insentif ketiga adalah insentif PPh final jasa konstruksi ditanggung pemerintah (DTP) atas penghasilan yang diterima oleh wajib pajak dari penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (T3-TGAI). Pengajuan insentif pajak ini juga harus dilakukan melalui website resmi pajak.go.id. 

5. Kelonggaran PMK terbaru

Dengan adanya peraturan baru ini, pemerintah juga telah memberikan kelonggaran pajak terhadap sejumlah pihak lain seperti pemberi kerja, wajib pajak, hingga pemotong pajak yang belum menyampaikan laporan realisasi masa pajak di bulan Januari hingga Desember 2021 lalu. Bagi yang belum dan ingin melaporkan pajak PPh pasal 21 DTP, PPh Final UMKm DTP, atau PPh Final jasa konstruksi, diharapkan untuk segera melaporkan paling lambat tanggal 31 Maret 2022. 

Dengan adanya peraturan baru ini, pemerintah telah melakukan penyesuaian agar insetif pajak dapat diterima di sektor yang masih sangat membutuhkan dukungan pemerintah.