News

5 Fakta Penting Perjalanan Adelin Lis, Tersangka Pembalakan Liar yang Buron 13 Tahun

Adelin Lis yang buron selama 13 tahun ini dipulangkan pada 19 Juni 2021 lalu.


5 Fakta Penting Perjalanan Adelin Lis, Tersangka Pembalakan Liar yang Buron 13 Tahun
Buronan Adelin Lis. (Instagram/Kejaksaan Agung)

AKURAT.CO, Adelin Lis adalah seorang tersangka kasus pembalakan liar yang telah jadi buronan Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 13 tahun. Akhirnya dirinya diterbangkan dari Singapura menuju Jakarta untuk menjalani hukuman. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Adelin Lis. 

1. Pemilik perusahaan kayu gelondongan

Adelin Lis adalah salah satu pemilik PT Mujur Timber yang sebelumnya didirikan oleh sang ayah, Acak Lis. Perusahaan asal Sumatra Utara ini fokus pada pengolahan kayu gelondongan menjadi tripleks dan kayu lapis (plywood). Posisinya adalah seorang direktur utama. Saat ini perusahaan tersebut dipimpin oleh anaknya, Yansen Ali. 

2. Miliki lahan seluas 58.590 hektare

Selain fokus pada pengolahan kayu, perusahaan ini juga memiliki sebuah perusahaan perkebunan. Berada di bawah perusahaan PT Keang Nam Development Indonesia (KNDI), perusahaan ini memiliki lahan sebagai Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Provinsi Sumatra Utara seluas 58.500 hektare. Hak ini didapatkan sejak tahun 1998 dan akan berlaku hingga 55 tahun. Sedangkan di perusahaan ini Adelin Lis berperan sebagai direktur keuangan.

3. Penggerak ekonomi Sibolga

Dengan besarnya perkembangan PT Mujur Timber ini, tak heran jika perusahaan ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar di Sumatra terutama di bidang perkayuan khususnya di Kabupaten Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bahkan, perusahaan ini juga banyak melakukan ekspor kayu. Meski begitu, perusahaan ini pernah mengalami stagnasi yang cukup panjang hingga akibatnya ribuan karyawannya harus dipulangkan. 

Baca Juga: Buronan Berisiko Tinggi, Begini Skenario Pemulangan Adelin Lis ke Indonesia

4. Pelaku ilegal logging

Pada tahun 2006 silam, PT KNDI menjadi tersangka ilegal logging (pembalakan liar) dan telah menetapkan Adelin Lis sebagai tersangka. Sempat buron hingga akhir tahun 2006, akhirnya Adelin tertangkap di Beijing, China. Namun setelah melewati proses persidangan pada 2007, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memutuskan bahwa Adellin tidak bersalah. Saat itulah Adelin kabur ke berbagai negara. 

5. Hukuman 10 tahun dan denda Rp119,8 miliar

Setelah tidak puas dengan hasil dari hakim di PN Medan, akhirnya Mahkamah Agung memutuskan bahwa Adelin bersalah dan dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara. Selain itu ada juga pengganti Rp119,8 miliar dan dana reboisasi sebesar USD 2.938 juta (Rp42,5 triliun). Adelin akhirnya sempat tertangkap di Singapura pada tahun 2018 silam dengan identitas palsu. Akhirnya, Adelin Lis bisa benar-benar dipulangkan pada 19 Juni 2021 lalu dan memenuhi pengadilan yang harus dihadapinya. 

Saat ini, Adelin Lis sedang menjalani masa karantina 14 hari di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung sebelum akhirnya dipindahkan ke penjara.[]