News

5 Fakta Penting Pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS

5 Fakta Penting Pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS
Bersama Osama bin Laden, Ayman al-Zawahiri ikut mendalangi serangan 11 September 2001 di AS yang menewaskan hampir 3 ribu orang. (Associated Press)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan terbunuhnya Pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri dalam serangan rudal pesawat tak berawak di Kabul, Afganistan, pada Minggu (1/8). Bersama Osama bin Laden, dokter bedah asal Mesir ini ikut mendalangi serangan 11 September 2001 di AS yang menewaskan hampir 3 ribu orang.

Sebelum itu, ia dianggap sebagai tangan kanan bin Laden. Zawahiri merupakan orang nomor dua setelah bin Laden dalam daftar 22 teroris paling diburu yang diumumkan oleh pemerintah AS pada 2001. Kepalanya pun dihargai USD 25 juta atau setara Rp1,85 triliun saat ini (kurs Rp14.866).

Setelah serangan 9/11, ia muncul sebagai juru bicara Al-Qaeda yang paling menonjol dengan muncul dalam 16 video dan rekaman suara pada 2007, 4 kali lebih banyak dari bin Laden. Saat itu, kelompok tersebut mencoba meradikalisasi dan merekrut Muslim di seluruh dunia.

baca juga:

Lantas, seperti apa sepak terjangnya selanjutnya sebelum tewas ditembak rudal AS?

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting Ayman al-Zawahiri.

1. Berasal dari keluarga terpandang

5 Fakta Penting Pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS - Foto 1
Associated Press

Lahir di Kairo pada 19 Juni 1951, Zawahiri berasal dari keluarga dokter dan cendekiawan kelas menengah yang terhormat. Kakeknya, Rabia al-Zawahiri, adalah imam besar Al-Azhar. Sementara itu, salah satu pamannya adalah sekretaris jenderal pertama Liga Arab.

Zawahiri sudah aktif dalam politik Islam sejak sekolah. Ia pun ditangkap saat masih berusia 15 tahun karena menjadi anggota Ikhwanul Muslimin yang dilarang.

Namun, selain berpolitik, ia tetap belajar kedokteran di Universitas Kairo, bahkan memperoleh gelar master di bidang bedah pada 1978.

Ayahnya, Mohammed, adalah seorang profesor farmakologi di kampus yang sama. Ia wafat pada 1995.

2. Pemuda radikal

5 Fakta Penting Pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS - Foto 2Associated Press

Zawahiri awalnya melanjutkan tradisi keluarga dengan membangun klinik medis di tepi kota Kairo. Namun, tak lama kemudian, ia tertarik pada kelompok-kelompok Islam radikal yang menyerukan penggulingan pemerintah Mesir. Ia bergabung dengan Jihad Islam Mesir ketika kelompok itu didirikan pada 1973.

Pada 1981, Zawahiri ditangkap bersama ratusan tersangka lainnya setelah sejumlah anggota kelompok berbaju tentara membunuh Presiden Anwar Sadat selama parade militer di Kairo. Para aktivis Islam geram dengan Sadat karena menandatangani kesepakatan damai dengan Israel dan menangkap ratusan kritikusnya dalam tindakan keras keamanan sebelumnya.

Selama persidangan massal, Zawahiri menjadi pemimpin para terdakwa dan terekam berkata kepada pengadilan, "Kami adalah Muslim yang percaya pada agama kami. Kami mencoba untuk mendirikan negara Islam dan masyarakat Islam."

Meski bebas dari keterlibatan dalam pembunuhan Sadat, ia dihukum atas kepemilikan senjata secara ilegal dan dipenjara 3 tahun. Menurut sesama tahanan, Zawahiri rutin disiksa dan dipukuli oleh otoritas selama berada di penjara Mesir. Pengalaman inilah yang disebut-sebut telah mengubahnya menjadi seorang ekstremis yang fanatik dan kejam.

3. Memimpin Jihad Islam Mesir

5 Fakta Penting Pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS - Foto 3
REUTERS

Setelah dibebaskan pada 1985, Zawahiri berangkat ke Arab Saudi. Tak lama kemudian, ia menuju Peshawar di Pakistan dan berlanjut ke Afganistan. Di negara itulah ia mendirikan faksi Jihad Islam Mesir sambil bekerja sebagai dokter selama pendudukan Soviet.

Zawahiri mengambil alih kepemimpinan Jihad Islam Mesir setelah muncul kembali pada 1993. Ia pun menjadi tokoh kunci di balik sejumlah serangan terhadap kabinet pemerintah Mesir, termasuk Perdana Menteri Atif Sidqi. Operasi kelompok itu untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan negara Islam selama pertengahan 1990-an menyebabkan 1.200 orang tewas di Mesir.

Pada 1997, departemen luar negeri AS menobatkannya sebagai pemimpin Garda Penakluk, sebuah faksi Jihad Islam yang diduga mendalangi pembantaian turis asing di Luxor pada tahun yang sama. Dua tahun kemudian, Zawahiri dijatuhi hukuman mati secara in absentia (pengadilan tanpa kehadiran terdakwa) oleh pengadilan militer Mesir karena perannya dalam banyak serangan oleh kelompok itu.

4. Berpindah-pindah negara

5 Fakta Penting Pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS - Foto 4
Premium Times Nigeria

Zawahiri diperkirakan telah melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia selama tahun 1990-an untuk bersembunyi dan menggalang dana. Setelah Soviet menarik diri dari Afganistan, ia diyakini tinggal di Bulgaria, Denmark, dan Swiss, serta terkadang menggunakan paspor palsu untuk pergi ke Balkan, Austria, Yaman, Irak, Iran, dan Filipina.

Pada Desember 2016, ia dilaporkan menghabiskan 6 bulan di tahanan Rusia setelah ditangkap tanpa visa yang sah di Chechnya. Menurut pengakuan yang diduga ditulis oleh Zawahiri, otoritas Rusia tak mampu menerjemahkan teks-teks Arab yang ditemukan di komputernya, sehingga rahasia identitasnya tak terungkap.

Pada tahun 1997, Zawahiri diyakini pindah ke Kota Jalalabad, Afganistan. Di sanalah Osama bin Laden bermarkas. Setahun kemudian, Jihad Islam Mesir melebur dengan 5 kelompok militan Islam radikal lainnya, termasuk Al-Qaeda yang dipimpin bin Laden, ke dalam Front Islam Dunia untuk Jihad Melawan Yahudi dan Tentara Salib. Proklamasi pertama front tersebut meliputi fatwa yang mengizinkan pembunuhan warga sipil AS.

5. Dalangi sejumlah serangan mematikan

5 Fakta Penting Pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, Penerus Osama bin Laden yang Tewas Dirudal AS - Foto 5
REUTERS

Enam bulan setelah proklamasi, terjadi 2 serangan serentak yang menghancurkan kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania. Tragedi ini menewaskan 223 orang. Percakapan telepon satelit Zawahiri pun menjadi bukti bahwa bin Laden dan Al-Qaeda mendalangi rencana tersebut.

Dua pekan kemudian, AS mengebom kamp pelatihan kelompok itu di Afganistan. Keesokan harinya, Zawahiri menelepon seorang jurnalis Pakistan dan berkata, "Beri tahu Amerika kalau pengeboman, ancaman, dan aksi agresinya tak membuat kami takut. Perang baru saja dimulai."

Setelah kematian bin Laden, AS mengerahkan serangan udara bertubi-tubi untuk membunuh Zawahiri. Ini melemahkan kemampuannya untuk berkoordinasi secara global. Beberapa tahun terakhir, Zawahiri menjadi sosok yang terkucil dan terpinggirkan dengan hanya sesekali menyampaikan pesan.

AS menyatakan kematian Zawahiri sebagai kemenangan. Namun, ia sebenarnya sudah terlalu tak berpengaruh karena yang semakin berpengaruh adalah kelompoknya dan gerakan baru seperti ISIS. Seorang pemimpin baru Al-Qaeda jelas akan muncul. Namun, ia diperkirakan tak punya pengaruh sebesar pendahulunya.[]