News

5 Fakta Penting Nama Ibu Kota Baru, Nusantara Jadi Pilihan Utama! 

Fakta nama Ibu Kota Negara Nusantara.


5 Fakta Penting Nama Ibu Kota Baru, Nusantara Jadi Pilihan Utama! 
Nusantara (instagram/westsumatra_ssci)

AKURAT.CO Setelah beberapa waktu lalu ramai desain Ibu Kota Negara yang baru, kini pemerintah juga telah memutuskan nama ibu kota yang baru sebagai pengganti Jakarta. Nantinya, nama ibu kota baru tersebut adalah Nusantara yang lokasinya berbasis di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait nama ibu kota baru. 

1. Asal usul nama Nusantara

Nama Nusantara diketahui telah ada sejak Kerajaan Majapahit berkuasa sekitar abad ke-14 silam. Istilah tersebut pertama kali diucapkan oleh Patih Majapahit melalui Sumpah Palapa. Sementara, nama Nusantara berasal dari kata 'Nusa' berarti pulau-pulau dan 'Antara' yang berarti seberang atau lain. Saat itu, Nusantara digunakan untuk menyebut daerah di luar Majapahit yang perlu ditaklukkan. 

baca juga:

2. Wilayah setingkat provinsi

Setelah nama tersebut disetujui oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah dan DPR sepakat bahwa Ibu Kota Negara Nusantara nantinya akan berbentuk pemerintah daerah setingkat provinsi. Penetapan pemerintah daerah tersebut pun telah tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN). Sedangkan, nantinya, IKN berbentuk otorita yang dipimpin oleh Kepala Daerah setingkat menteri yang dipilih langsung oleh Presiden. 

3. Dimulai pada tahun 2023

Dalam RUU IKN tersebut, nantinya, seluruh kantor pemerintahan pusat akan ikut dipindahkan ke ibu kota negara baru Nusantara. Dengan begitu, seluruh PNS juga akan dipindahkan ke Ibu Kota Negara baru. Dilansir dari ikn.go.id, pemindahan tersebut dijadwalkan mulai pada tahun 2023 hingga tahun 2027. Nantinya, sekitar 25 ribuan PNS akan dipindahkan setiap tahunnya selama lima tahun. 

4. Usul nama ibu kota baru

Dijelaskan bahwa nama Nusantara dipilih setelah berkonsultasi dan berdiskusi dengan sejumlah ahli sejarah dan ahli bahasa. Sedangkan sebelumnya, ada sejumlah nama yang telah diajukan oleh berbagai ahli tersebut. Bahkan, jumlah nama yang telah diajukan sebelumnya mencapai 80 nama. Beberapa di antaranya adalah Negara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwi Pura, Warnapura, hingga Kertanegara. 

5. Dikritik multitafsir

Sesaat setelah disetujui dan diumumkan secara publik, nama tersebut langsung mendapatkan respons yang begitu beragam. Salah satu kritik tersebut berasal dari Ketua Pansus RUU yang menyatakan bahwa nama tersebut multitafsir. Selain itu, kritik juga disampaikan untuk tidak menyebutkan kata Nusantara dengan Ibu Kota Negara. Sehingga untuk menyebut ibu kota negara hanya perlu kata Nusantara. 

Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa ia ingin ibu kota baru tersebut menjadi salah satu lokomotif baru berbasis green economy.[]