News

5 Fakta Penting Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian Pelajar SMAN 7 Bogor, Motif Balas Dendam

Fakta Penting Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian Pelajar SMAN 7 Bogor


5 Fakta Penting Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian Pelajar SMAN 7 Bogor, Motif Balas Dendam
Ilustrasi - Pembunuhan (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok siswa SMA menjadi perbincangan di berbagai media sosial dalam beberapa jam terakhir. Dalam pengeroyokan tersebut seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun meninggal dunia di tempat. 

Berdasarkan sejumlah informasi, pelajar tersebut adalah siswa SMA Negeri 7 Kota Bogor. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kasus penyerangan sekelompok siswa SMA tersebut. 

1. Diserang ketika nongkrong

Pelajar berinisial RM ketika itu sedang nongkrong di Taman Palupuh, Kota Bogor, yang berlokasi tidak jauh dari SMA N 7 Bogor. Ia datang bersama dengan seorang rekannya. 

Sedangkan kejadian tersebut dimulai saat korban sedang sendiri karena temannya pergi membeli rokok di warung sekitar. Dalam keadaan sendiri, para pelaku akhirnya secara leluasa dapat melakukan aksinya. 

Pembunuhan sadis tersebut terjadi pada hari Rabu (6/10) sekitar pukul 22.30 WIB. 

2. Diserang enam orang

Ketika korban sedang sendiri, para pelaku mulai berdatangan. Para pelaku yang berjumlah enam orang tersebut datang menggunakan motor. Setelah itu, sempat terjadi adu mulut antara korban dan para pelaku. 

Ketika teman korban kembali, ia mendapati bahwa korban telah terluka parah. Korban dinyatakan meninggal di tempat dengan dugaan akibat dari senjata tajam. 

Korban ditemukan di Jalan Palupuh Raya, Bogor Utara, Kota Bogor, atau tidak jauh dari tempat keduanya nongkrong. 

3. Dipicu aksi pemukulan

Pembunuhan sadis tersebut ternyata tidak muncul begitu saja. Sebelum insiden berdarah tersebut, pelaku pembacokan mengaku telah dipukul oleh seseorang yang sedang nongkrong di dekat SMAN 7 Bogor di hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB. 

Pelaku sebenarnya juga tidak mengenali siapa yang sempat memukulnya. Pelaku hanya berasumsi bahwa orang yang memukulnya adalah orang yang sedang berada di Taman Palupuh. 

4. Dua orang jadi tersangka

Sekitar 7 jam setelah melakukan aksi sadis tersebut, pihak kepolisian akhirnya menentukan dua dari enam pelaku tersebut sebagai tersangka, yaitu RA dan ML. RA merupakan pembunuh yang menewaskan RM di tempat dengan menggunakan celurit yang dibawanya. 

RM tewas di tempat setelah mengalami luka di dada, tengkuk, dan kaki. Sedangkan ML adalah orang yang membantu RA melakukan aksi pembunuhan tersebut. Celurit dan Honda CBR 150 hitam telah ditemukan sebagai barang bukti.

5. Terancam penjara 15 tahun dan denda Rp3 miliar

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 76c Jo Pasal 80 Ayat 1,3, UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 76C Primer pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (1), (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Selain itu ancaman pidana bagi keduanya adalah penjara diatas 15 tahun atau denda hingga Rp3 miliar. 

Selain dua pelaku tersebut, empat teman pelaku lainnya juga telah ditangkap di kediamannya masing-masing. Namun kemudian pihak kepolisian melepaskan keempatnya karena dinyatakan tidak bersalah. []