News

5 Fakta Penting Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Pelaku Diduga Warga Malaysia

Masyarakat Tanah Air dikejutkan dengan sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 31 detik yang memperlihatkan lagu kebangsaan Indonesia Raya diaransemen ulang.


5 Fakta Penting Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Pelaku Diduga Warga Malaysia
Bendera merah putih terbesar berkibar di menara TVRI di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020). Pengibaran bendera raksasa ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-59 yang diselenggarakan di Menara TVRI secara nasional dan kembali mendapatkan Rekor Muri sebagai bendera terbesar di Indonesia. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Baru-baru ini, masyarakat Tanah Air dikejutkan dengan sebuah parodi Lagu Indonesia Raya. Video berdurasi sekitar 1 menit 31 detik itu memperlihatkan lagu kebangsaan Indonesia yang diaransemen ulang. Mulai dari lirik lagu, hingga alunan musik.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut. Termasuk memburu sang pelaku yang diduga merupakan warga Malaysia.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting kasus parodi lagu Indonesia Raya.

baca juga:

1. Parodi mengandung unsur penghinaan

Dalam videonya, sang pelaku yakni pemilik kanal YouTube MY Asean, diduga mengubah hampir semua isi lagu Indonesia Raya. Sejumlah lirik diketahui turut diubah dengan kata-kata yang mengandung penghinaan. Sepanjang pemutaran lagu, suara ayam juga terdengar dengan jelas.

2. Video sudah dihapus

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, saat ini video yang diduga milik YouTuber asal Malaysia itu sudah menghilang. Diketahui, video berisi parodi lagu Indonesia Raya tersebut sudah dihapus oleh sang pemilik akun.

"Ini kalau melihat video-nya juga sudah di-take down atau diturunkan. Itu kalau dari sisi channel-nya. Tapi mungkin masih ada karena beredar di media," kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI KL, Yoshi Iskandar, seperti dilansir dari Antara.

3. KBRI Kuala Lumpur bakal usut kasus