News

5 Fakta Penting Kapten Pierre Tendean, Perwira Muda yang Gugur Dalam Peristiwa G30S/PKI

Pierre Tendean menjadi korban G30S/PKI setelah diculik dari rumah dinas Jenderal Abdul Haris Nasution.


5 Fakta Penting Kapten Pierre Tendean, Perwira Muda yang Gugur Dalam Peristiwa G30S/PKI
Kapten Pierre Tendean (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pembantaian yang dilakukan oleh oknum Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam peristiwa 30 September 1965 atau G30S/PKI, menjadi tragedi kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia.

Dalam peristiwa perebutan kekuasaan tersebut, setidaknya ada tujuh orang perwira yang menjadi korban keganasan PKI. Salah satunya adalah Kapten Pierre Andreas Tendean atau Pierre Tendean.

Pierre menjadi korban G30S/PKI setelah diculik dari rumah dinas Jenderal Abdul Haris Nasution. Jasad Pierre kemudian ditemukan dalam sebuah lubang berupa sumur tua bersama enam perwira lainnya.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting Kapten Pierre Tendean.

1. Anak laki-laki satu-satunya

Pierre Tendean lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939. Ia merupakan anak seorang dokter berdarah Minahasa bernama Dr. A.L. Tendean. Sementara sang ibu yakni Cornet M.E merupakan seorang wanita asal Belanda yang berdarah Prancis.

Pierre dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Mitze Farre dan adik perempuan bernama Rooswidiati.

2. Tempuh pendidikan militer

Pierre merupakan lulusan akademi militer pada tahun 1961. Cita-cita menjadi seorang tentara rupanya sudah tertanam di jiwa Pierre sejak kecil. Namun, siapa sangka, impiannya masuk ke dunia militer sempat ditentang oleh kedua orang tuanya. Kedua orang tua Pierre menginginkan dirinya untuk menjadi seorang dokter.