Entertainment

5 Fakta Penting Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja di Era Habibie dan SBY

Kabar tersebut disampaikanmelalui akun media sosial sosial Twitter Fahira Idris.


5 Fakta Penting Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja di Era Habibie dan SBY
Fahmi Idris (Twitter Fahira Idris)

AKURAT.CO Salah satu tokoh nasional Fahmi Idris dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Minggu (22/5). Kabar tersebut disampaikan oleh sang anak, Fahira Idris, melalui akun media sosial sosial Twitter.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Ayah saya, Bp. Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo,” tulis Fahira Idris yang kini juga menjabat sebagai  Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI.

Fahmi dikenal sebagai pebisnis, politisi, serta tokoh penting di Tanah Air. Ia pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Pembangunan pemerintahan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie.

baca juga:

Berikut fakta penting sosok Fahmi Idris yang baru saja dikabarkan meninggal dunia.

1. Ketertarikan terhadap dunia politik sejak mahasiswa

Pria kelahiran Jakarta ini ternyata telah menunjukkan minatnya terhadap dunia politik sejak masa kuliah. Diketahui bahwa Fahmi menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pada masa itu ia sudah menjabat beberapa peran penting di kampus seperti menjadi pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam, Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966), dan Ketua Laskar Arief Rachman Hakim (1966-1968).

2. Sempat berhenti kuliah

Karena lebih tertarik dengan dunia bisnis yang diwariskan oleh sang ayah, Haji Idris yang berprofesi sebagai pedagang, Fahmi memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah ekonomi di Universitas Indonesia. Meskipun begitu pada akhirnya ia kembali mengikuti program studi di Fakultas Ekonomi Extension UI dan pendidikan Financial Management for Non-Financial Manager (1973).

3. Mulai merintis bisnis

Fahmi kemudian mulai merintis bisnisnya di tahun 1967. Pada tahun 1969, bersama rekan-rekannya dari anggota Eksponen 66, ia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama. Pada tahun 1979, ia menjadi pimpinan Kodel (Kongsi Delapan) Grup, yaitu sebuah perusahaan konglomerasi yang ia dirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor mulai dari agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, bahkan perhotelan.

4. Bisnis perhotelan Fahmi Idris

Tak hanya sukses menjadi seorang pebisnis di Indonesia, Fahmi Idris juga telah memperluas area cakupan bisnisnya hingga ke lokasi elite di Amerika Serikat, seperti Beverly hills, California. Di kawasan itu, Fahmi memiliki sebuah hotel yang dinamakan Regent Beverly Wilshire.

5. Terjun di dunia politik

Meskipun sukses menjadi seorang pebisnis, Fahmi Idris tetap tidak melepaskan ketertarikannya pada dunia politik.  Pada tahun 1984 Fahmi memutuskan untuk bergabung dengan partai Golkar. Pada periode 1998-2004, ia menjabat sebagai Ketua DPP Golkar di Jakarta.

Fahmi pernah menjabat menteri di dua era presiden. Ia dilantik menjadi Menteri Tenaga Kerja di era Presiden Habibie, sejak 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Di masa pemerintahan SBY, ia juga ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja yang kemudian di-reshuffle menjadi Menteri Perindustrian.[]