News

5 Fakta Penting Eks Bupati Bogor Ade Yasin, Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi BPK

5 Fakta Penting Eks Bupati Bogor Ade Yasin, Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi BPK
Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO Setelah melalui sejumlah persidangan, Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin, resmi divonis penjara selama empat tahun dan denda senilai Rp100 juta. Mantan Bupati Bogor tersebut telah terbukti bersalah melakukan suap terkait pengurusan audit laporan keuangan pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terbaru terkait vonis penjara Ade Yasin. 

1. Ade Yasin resmi divonis empat tahun penjara

Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin resmi divonis selama empat tahun penjara. Penetapan ini dilakukan terkait kasus suap anggota tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Hakim Ketua dalam persidangan yang dilakukan pada hari Jumat (23/9) lalu tersebut juga menetapkan denda senilai Rp100 juta kepada Ade Yasin. 

baca juga:

2. Lebih tinggi dari tuntutan

Selain menetapkan vonis empat tahun penjara, Majelis Hakim juga telah resmi mencabut hak politik dari terdakwa Ade Yasin. Vonis ini pun cukup mengejutkan. Pasalnya vonis tersebut lebih tinggi dibandingkan tuntutan dari jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya menuntut tiga tahun penjara. 

3. Tidak mendukung program pemerintah

Apabila nantinya Ade Yasin tidak bisa membayar denda senilai Rp100 juta tersebut, maka akan diganti dengan kurungan selama enam bulan penjara. Sedangkan faktor pemberat hukuman tersebut adalah Ade dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu, menurut hakim, Ade juga kerap berbelit dalam memberikan keterangan, tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesali perbutatannya. 

4. Lakukan banding

Setelah vonis dijatuhkan, pendukung Ade Yasin langsung berteriak dan mengungkapkan kekecewaannya. Bahkan, ada yang melempar air botol ke arah majelis hakim. Sedangkan kuasa hukum Ade Yasin menyatakan bahwa hakim telah mengesampingkan fakta persidangan karena kesaksian 39 orang dan dua saksi ahli tidak dipertimbangkan. Nantinya, pihak Ade Yasin akan mengajukan banding. 

5. Lakukan suap Rp1,9 miliar

Kasus Ade dimulai ketika KPK melakukan OTT di Kabupaten Bogor pada akhir April 2022 lalu dengan bukti uang mencapai Rp1,02 miliar. Dalam sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung, Ade didakwa telah memberi suap Rp1,9 miliar. Jaksa KPK ketika itu menyatakan bahwa uang tersebut dibagikan kepada empat pegawai BPK Jabar yang dilakukan secara bertahap dari Oktober 2021 hingga tahun 2022. 

Tiga ASN Pemkab Bogor jadi tersangka. Selain Ade Yasin, ada juga Sekretaris Dinas PUPR Maulana Adam dan Pejabat Pembuat Komitmen Rizki Taufik Hidayat. []