Ekonomi

5 Fakta Penting EDCCash, Investasi Bodong yang Tawarkan Pendapatan Menggiurkan

EDCCash dinyatakan ilegal dan enam orang yang terlibat dinyatakan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan uang


5 Fakta Penting EDCCash, Investasi Bodong yang Tawarkan Pendapatan Menggiurkan
EDCCash menawarkan bunga tinggi dan pendapatan yang menggiurkan (Istimewa)

AKURAT.CO, Penipuan berkedok investasi kini kembali terjadi. Kali ini, CEO startup mata uang kripto EDCCash, Abdulrahman Yusuf ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan tindak pidana penipuan. Kabar ini pun semakin meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap mata uang kripto, terutama aplikasi EDCCash. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait mata uang kripto EDCCash. 

1. Memudahkan pemain bitcoin Indonesia

Pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 silam, aplikasi EDCCash yang merupakan singkatan dari E-Dinar Coin Cash ini berasal dari sebuah wadah bagi komunitas penambang EDC Blockchain. Bahkan, sebenarnya, komunitas ini sudah dibentuk sejak tahun 2016 silam, di mana ketika itu jumlah anggota seluruhnya mencapai lebih dari 7.800 anggota di seluruh Indonesia. 

2. Menambang bitcoin

EDCCash adalah sebuah aset digital atau aset kripto yang memiliki nilai jual beli. Di saat yang sama, EDCCash juga merupakan dompet digital yang bisa digunakan untuk menambang bitcoin. Member EDCCash akan mendapatkan keuntungan dari selisih jual dan beli per koin digital. Selain itu, ada juga pendapatan dari penambangan digital dengan bunga tetap 15 persen per bulan. Namun ternyata, EDCCash tidak terdaftar dalam koin dunia. 

3. Masuk investasi ilegal

Di awal pengenalannya pada tahun 2019 silam, EDCCash mengklaim bahwa pihaknya memang tidak terdaftar di OJK namun telah mendapat izin resmi dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) karena masuk dalam kategori jual beli mata uang kripto atau mata uang digital. Namun ternyata, klaim ini tidak benar. Pihak Satgas Waspada Investasi Indonesia juga telah menyatakan bahwa EDCCash masuk dalam daftar investasi ilegal.

4. Rumah CEO dikepung

Beberapa waktu lalu, pendiri sekaligus CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf, ramai dibicarakan oleh warganet. Kabar tersebut menyebutkan bahwa rumah Abdulrahman Yusuf dikepung oleh massa yang merupakan member EDCCash. Pasalnya, sejumlah member mengaku tidak bisa mencairkan uang sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, sejumlah member mengaku telah kehilangan puluhan hingga ratusan juta. Seorang member menyatakan bahwa koinnya telah mencapai Rp800 juta tetapi ketika dicairkan hanya Rp11 juta. Sementara member lain kerugiannya mencapai Rp5 miliar. 

5. CEO ditangkap polisi

Setelah dilaporkan ke kepolisian, akhirnya CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf ditangkap oleh kepolisian. Bahkan, penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah Abdulrahman Yusuf tersbeut. Selain Abdulrahman, ada juga lima tersangka lain yang juga diduga melakukan penipuan dan pencucian uang. Enam tersangka tersebut dijerat atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Kabar terakhir menyebutkan bahwa 6 tersangka tersebut telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri. Sedangkan website edccash.cash kini tidak bisa diakses. []

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu