News

5 Fakta Penting Donbas di Ukraina Timur, Mengapa Sangat Diinginkan Rusia?

Banyak orang Rusia pindah ke Donbas pada periode Soviet karena kawasan itu menjadi pusat industri penting berkat cadangan batu baranya.


5 Fakta Penting Donbas di Ukraina Timur, Mengapa Sangat Diinginkan Rusia?
Potensi ekonomi Donbas kurang penting bagi Rusia, tetapi lain halnya dengan Ukraina jika ingin mandiri. (AFP)

AKURAT.CO, Pasukan Rusia membombardir kota-kota di Ukraina timur dengan dalih untuk 'membebaskan' jantung industri kuno yang dikenal sebagai Donbas.

Setelah meninggalkan operasi militernya untuk merebut ibu kota Kyiv, Presiden Rusia Vladimir Putin kini mencari kemenangan militer di bagian timur. Sebagian besar warga di sana berbahasa Rusia, sehingga ia menuduh Ukraina telah melakukan genosida.

Lantas, mengapa Putin sangat menginginkan kemenangan atas Donbas?

baca juga:

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting Donbas dan alasan Rusia memperjuangkannya.

1. Konteks historis

5 Fakta Penting Donbas di Ukraina Timur, Mengapa Sangat Diinginkan Rusia - Foto 1
TASS

Donbas terdiri dari 2 wilayah besar di timur, yaitu Luhansk dan Donetsk. Kawasannya membentang dari luar Mariupol di selatan sampai ke perbatasan utara dengan Rusia. Bagi Putin, Donbas tak sekadar daerah penghasil batu bara dan baja Ukraina.

Dahulu, Donbas jarang penduduknya. Namun, pada pertengahan abad ke-19, kawasan ini menjadi salah satu pusat terpenting industrialisasi Rusia berkat cadangan batu baranya. Pada masa itu, penggunaan bahasa Ukraina ditekan di Kekaisaran Rusia. Bahasa Rusia pun memantapkan dirinya sebagai bahasa pendidikan. Sementara itu, banyak petani Rusia berbondong-bondong migrasi ke kawasan industri baru.

Donbas belum menjadi bagian Ukraina saat negara itu merdeka sebentar pada 1918. Wilayah itu baru dimasukkan ke dalam Republik Sosialis Soviet Ukraina setelah Perang Saudara Rusia. Banyak orang Rusia kemudian datang ke wilayah tersebut selama periode Soviet.

Meski begitu, menurut Andreas Heinemann-Gruder, pakar Eropa Timur di Pusat Internasional Bonn bidang Kajian Konflik, tidak tepat untuk mengasumsikan etnis dan bahasa ibu sebagai petunjuk tentang identitas nasionalisme di kalangan penduduk Ukraina. Pasalnya, sejumlah batalion tentara Ukraina yang memerangi separatis pada 2014-2015 pun menuturkan bahasa Rusia.