News

5 Fakta Penting ASN Bisa Work From Anywhere, Ada Jam Fleksibel!

Fakta ASN bisa work from anywhere.


5 Fakta Penting ASN Bisa Work From Anywhere, Ada Jam Fleksibel!
Ilustrasi sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diyatakan lulus mengucapkan sumpah jabatan menjadi PNS saat upacara pelantikan PNS. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

AKURAT.CO Saat ini Pemerintah RI sedang mengkaji peraturan terkait aparatur sipil negara (ASN) untuk melaksanakan pekerjaannya dengan cara work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja. Skema baru ini pun sebelumnya belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumalh fakta penting terkait ASN WFA. 

1. Bekerja dari mana saja

Jika aturan ini diterapkan maka ASN bisa bekerja dari mana saja. Para ASN ini nantinya bisa bekerja di rumah, mal, kafe atau tempat lainnya yang disukai. Namun, meski bekerja dari mana sasja, para ASN juga wajib memprioritaskan kinerja dan target yang telah disepakati sebelumnya. Maka ASN tidak diperbolehkan untuk menurunkan performanya. 

baca juga:

2. Agar bersemangat bekerja

Salah satu alasan utama diterapkannya WFA bagi para ASN adalah demi mendorong performa kerja yang lebih tinggi. Sistem ini diharapkan bisa membuat ASN terus bersemangat dalam bekerja karena berada di lingkungan yang disukainya. Namun, nantinya, ASN juga diharuskan memiliki koneksi internet yang mumpuni demi melancarkan berbagai pekerjaan dan komunikasi. 

3. Jam kerja fleksibel

Sistem kerja ini juga dinyatakan sebagai bentuk reformasi dan penyederhanaan birokrasi. Nantinya, pemerintah juga akan menyiapkan flexible working arrangement (FWA) dengan memaksimalkan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan begitu pekerjaan bisa lebih efektif dan efisien. Meski akan jam kerja fleksibel, nantinya pegawai juga diharuskan memilih jadwal memulai dan mengakhiri pekerjaan. Nantinya juga ada core hours atau waktu di mana seluruh pegawai diwajibkan hadir di kantor. 

4. Tidak berlaku bagi semua

Konsep bekerja dari mana saja ini ternyata nantinya tidak akan diberlakukan kepada seluruh ASN atau PNS. WFA hanya akan diterapkan untuk posisi tertentu. Pasalnya, beberapa jabatan atau formasi diharuskan tetap berada di kantor karena memerlukan kehadiran fisik.

ASN yang perlu tetap berada di kantor adalah para pekerja di unit terkait pelayanan publik. Salah satu contohnya adalah petugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Satuan Polisi Pamong Praja, pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga awak kapal patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla). 

5. Kriteria

Sedangkan bagi para ASN yang bisa menerapkan sistem kerja ini adalah instansi yang jabatannya masuk dalam persyaratan WFA. Setelah itu, instansi yang lebih dari 50 persen atau sebagian besar pegawainya telah menguasai teknologi informasi. Setelah itu, instansi yang telah memiliki struktur organisasi efektif dan efisien. 

Hingga kini, aturan ASN bekerja secara WFA masih dalam tahap pengkajian. Sedangkan hingga kini belum diketahui kapan kebijakan ini akan mulai diterapkan. Namun para ASN diimbau untuk mempersiapkan diri agar selalu adaptif dengan perkembangan teknologi.[]