News

5 Fakta Penetapan 6 Almarhum Laskar FPI Jadi Tersangka Penyerangan Polisi

Enam orang anggota Laskar FPI yang terlibat dalam peristiwa penembakan Senin, 7 Desember 2020, ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.


5 Fakta Penetapan 6 Almarhum Laskar FPI Jadi Tersangka Penyerangan Polisi
Tim Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mobil yang digunakan oleh polisi dan laskar Front Pembela Islam saat insiden Tol Jakarta-Cikampek di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020) (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Enam orang anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat dalam peristiwa penembakan Senin, 7 Desember 2020, ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Keenam anggota yang tewas pada kejadian tersebut menjadi tersangka karena diduga telah menyerang anggota kepolisian.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat terjadi aksi bentrok antara para anggota Laskar FPI dan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pada Desember 2020 lalu. Akibat dari peristiwa itu, enam orang dinyatakan tewas usai terjadi baku tembak.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penetapan 6 almarhum anggota Laskar FPI jadi tersangka.

baca juga:

1. Ditetapkan jadi tersangka

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian mengumumkan hasil gelar perkara. Di mana, enam anggota Laskar FPI yang tewas ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penyerangan polisi dan dijerat Pasal 170 KUHP. Penetapan tersebut juga telah disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi, Rabu (3/3).

2. Status masih akan dikaji

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, meski telah menjadi tersangka, status tersebut nantinya akan tetap melalui proses pengkajian oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal ini dikarenakan keenam anggota Laskar FPI itu telah meninggal dunia.

3. Keluarga korban gelar sumpah mubahalah

Status tersangka ini kemudian mendapat respons dari para keluarga korban. Pihak keluarga lantas menggelar sumpah mubahalah pada Rabu (3/3). Prosesi tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa para korban tidak bersalah. Namun, pelaksanaan sumpah mubahalah ini hanya dihadiri oleh pihak keluarga korban tanpa dihadiri oleh polisi.

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu