News

5 Fakta Pembunuhan Keluarga di Magelang, Diduga Diracun oleh Anak Sendiri

5 Fakta Pembunuhan Keluarga di Magelang, Diduga Diracun oleh Anak Sendiri
5 Fakta Pembunuhan Keluarga di Magelang, Diracun Oleh Anak Kedua (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Kabar mengejutkan datang dari Magelang, Jawa Tengah. Warga di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang digegerkan dengan pembunuhan satu keluarga. Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan satu anak perempuan ini meninggal dunia diduga akibat racun.  

Ketiganya ditemukan tewas di kediamannya oleh anak kedua korban pada Senin (28/11/2022). Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan pun terus dilakukan untuk mendalami kasus tersebut.

Berikut sederet fakta mengenai pembunuhan di Magelang yang dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber.

baca juga:

1. Diduga tewas karena racun 

Ketiga korban ditemukan di kediamannya yang berada di Jalan Sudiro, Gang Durian No 2, RT 10 RW 01, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Diketahui jika satu keluarga ini terdiri dari AAC (suami), HR (istri), dan DK (anak pertama). 

Dugaan sementara polisi ketiga korban tersebut meninggal karena racun. Hal itu didasari pada penyeledikan yang dilakukan oleh jajaran Polresta Magelang di TKP. Hal itu disampaikan oleh Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun. 

"Dugaan awal korban meninggal karena keracunan, keracunan zat kimia apa, kita masih dalam penyelidikan. Di mana ditemukan minuman yakni dua gelas teh, dan satu gelas es kopi," ujar Zakun. 

2. Korban ditemukan di kamar mandi yang berbeda 

Zakun menjelaskan jika ketiganya ditemukan oleh anak kedua korban di kamar mandi. Namun, ketiganya ditemukan di tempat yang berpisah. Rumah korban memang diketahui memiliki tiga kamar mandi. 

"Posisinya pada saat meninggal semuanya ada di kamar mandi. Karena keracunan sehingga mual, muntah langsung seketika saat itu juga," kata Zakun, Senin (28/11/2022).   

3. Anak kedua jadi terduga pelaku 

Polisi yang telah melakukan penyeledikan dan olah TKP akhirnya mengamankan satu orang. Polisi menyatakan terduga dalam kasus ini adalah anak kedua korban berinisial DDS (22). Terduga pelaku juga saat ini telah diamankan. 

Pada awalnya, DDS masih berstatus sebagai saksi. Namun, rupanya ia mengakui telah memberikan racun kepada kedua orang tua dan kakaknya. Terduga juga mengakui mencampur racun ke minuman dan membeli racun itu secara online. 

"Bahwa saksi 1 (DDS) telah mengakui melalukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudsy. 

4. Polisi amankan gelas dan sendok 

Sebagai barang bukti, polisi telah mengamankan beberapa barang di antaranya adalah gelas dan sendok. Gelas dan sendok tersebut diduga digunakan untuk meracik dan mengaduk minuman. 

"Sementara ini yang diamankan ada gelas. Di mana, yang setiap paginya rutinitas dari keluarga itu minum air hangat di teh. Kedua, kami amankan juga sendok yang digunakan mengaduk, dan mencampur yang diduga sebagai racun tersebut," terang Zakun. 

5. Jenazah akan diotopsi 

Polisi akan lakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban. Otopsi ketiga jenazah dilakukan di RSUD Merah Putih, Magelang. 

"Kami masih menunggu tim Inafis Polda untuk melalukan autopsi. Dan dari pihak keluarga sudah menyetujui untuk dilakukan autopsi di RSUD Merah Putih," jelasnya.

Terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif dan polisi masih mendalami motif pembunuhan. []