News

5 Fakta Meninggalnya Rumini dan Ibunya di Reruntuhan Erupsi Gunung Semeru, Ditemukan Berpelukan

Kisah mereka viral di media sosial


5 Fakta Meninggalnya Rumini dan Ibunya di Reruntuhan Erupsi Gunung Semeru, Ditemukan Berpelukan
Rumini dan ibunya saat dievakuasi (Instagram/bayugawtama)

AKURAT.CO, Dalam beberapa hari terakhir, erupsi Gunung Semeru telah terjadi selama beberapa kali dan mengakibatkan sejumlah wilayah di Lumajang, Jawa Timur mengalami dampaknya. Kini, pencarian korban pun terus dilakukan oleh sejumlah tim gabungan.

Satu per satu korban mulai ditemukan, salah satunya Rumini dan ibunya yang telah lanjut usia, Salamah. Keduanya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait meninggalnya Rumini dan ibunya. 

1. Viral unggahan di media sosial

Kabar tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @bayugawtama. Ia merupakan salah satu relawan Semeru. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan potret jenazah ibu dan anak di dapur rumah mereka. Keduanya berada dalam posisi berpelukan. Tak pelak, unggahan tersebut pun langsung viral dan menjadi perbincangan warganet. 

2. Korban reruntuhan bangunan

Kedua jenazah tersebut adalah Rumini yang berusia 28 tahun dan ibunya yang berusia 70 tahun, Salamah. Keduanya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal. Yang membuat banyak orang haru adalah keduanya ditemukan dalam posisi saling berpelukan di area dapur rumah. Dua warga Desa Curah Konokan, Kecamatan Candipuro ini merupakan korban reruntuhan bangunan yang telah roboh. 

3. Ditemukan oleh adik ipar

Dalam sebuah wawancara, adik ipar sang ibu, Legiman, mencoba kembali ke rumahnya untuk mencari dua kerabatnya, adik ipar dan ponakannya. Ia pun sempat membongkar rumah yang didiami keduanya. Setelah membongkar rontokan tembok dapur, Legiman mengaku melihat sebuah tangan. Setelahnya, rumah pun dibongkar dan dibersihkan hingga akhirnya menemkan keduanya dan langsung membawanya ke rumahh sakit. 

4. Rumini tidak tega tinggalkan ibunya

Dalam wawancara tersebut, Legiman juga memberikan penjelasan terkait situasi yang terjadi ketika erupsi. Ia menuturkan bahwa ketika itu, semua orang lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, ia menduga Salamah kesulitan untuk lari karena ia diketahui tidak sanggup berjalan cepat, diduga karena faktor usia. Sedangkan sang anak yang masih muda memilih untuk tinggal dan menemani ibunya. 

5. Korban meninggal 22 orang

Sejak erupsi Gunung Semeru mereda, sejumlah tim gabungan terus melakukan evakuasi. Hingga hari Senin (6/12) pukul 17.30 WIB, korban meninggal telah mencapai 22 orang dan 27 orang lainnya dinyatakan hilang. Sedangkan secara keseluruhan, total masyarakay yang terdampak erupsi Gunung Semeru mencapai 5.205 orang. 

Erupsi Gunung Semeru ini mengakibatkan dua kecamatan terkena awan panas guguran dan 8 kecamatan di Lumajang terdampak debu vulkanik. []