Ekonomi

5 Fakta Mengejutkan Kasus Penipuan Miliaran Rupiah Jouska, CEO Resmi Jadi Tersangka!

Awal kasus penipuan, pencucian uang, hingga penggelapan dimulai ketika nasabah Jouska angkat bicara di media sosial pada tanggal 22 Juli 2020.


5 Fakta Mengejutkan Kasus Penipuan Miliaran Rupiah Jouska, CEO Resmi Jadi Tersangka!
Jouska Finansial Indonesia (dok. Jouska)

AKURAT.CO Ditetapkannya CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno sebagai tersangka atas kasus penipuan menjadi topik perbincangan warganet dalam beberapa waktu terakhir. Selain Aakar, Direktur Amarta Investa, Tias Nugraha Putra juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus penipuan ini pun berjalan telah hampir satu tahun hingga akhirnya dua nama tersebut ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca juga: 5 Fakta Penting CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan deretan fakta penting terkait kronologi kasus Jouska. 

1. Diawali dari viral di media sosial

Awal kasus penipuan, pencucian uang, hingga penggelapan ini dimulai ketika salah satu nasabah Jouska menceritakan kisahnya melalui sejumlah media sosial pada tanggal 22 Juli 2020 lalu. Bahkan, setelah satu nasabah mengaku rugi hingga puluhan juta, sejumlah nasabah lainnya juga menyampaikan pengakuan terkait dana yang dimilikinya di Jouska. Bahkan, karena viralnya kasus ini, Satgas Waspada Investasi (SWI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pemanggilan kepada Jouska Finansial Indonesia untuk melakukan klarifikasi izin usaha dan model bisnis perusahaan. 

2. Arahkan klien hingga goreng saham

Setelah dilakukan pemanggilan, sejumlah fakta baru terkuat termasuk dugaan PT Jouska untuk memberikan arahan kepada sejumlah kliennya. Arahan tersebut dilakukan agar kliennya menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan perusahaan kerja sama PT Jouska, PT Mahesa Strategis Indonesia (MSI) dan Amarta Investa. Dengan adanya kontrak tersebut, sebagian dana nasabah bisa digunakan secara leluasa oleh perusahaan rekanan termasuk melakukan pembelian sejumlah saham hingga melakukan kegiatan goreng saham. 

3. Hentikan kegiatan 

Pemanggilan oleh SWI tersebut juga menghasilkan sejumlah temuan. Salah satunya adalah izin yang dimiliki oleh Jouska tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaannya, di mana Jouska memiliki izin jasa pendidikan namun melakukan aktivitas penasihat dan manajer investasi. Selain itu, kegiatan Jouska, Mahesa Strategis Indonesia, dan Amarta Investa juga harus dihentikan. Bahkan, situs web, aplikasi hingga media sosial juga diblokir oleh Kementerian Kominfo. 

4. Jouska kucurkan Rp13 miliar demi berdamai

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, akhirnya PT Mahesa Strategis Indonesia yang berlaku sebagai manajer investasi klien Jouska berhasil berdamai dengan 45 dari 63 nasabah Jouska yang melakukan komplain. Demi mencapai kata sepakat tersebut, CEO Jouska yang juga sebagai komisaris di Mahesa harus menggelontorkan dana hingga Rp13 miliar. 

5. CEO Jouska ditetapkan sebagai tersangka

Hingga akhirnya, pada 3 September 2020 silam, 10 nasabah Jouska memutuskan untuk melaporkan CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno kepada Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, sejumlah nasabah tersebut menyatakan pemilik perusahaan tidak memiliki iktikad baik dengan mengembalikan dana investasi kepada kliennya. Setelah satu tahun berlalu, akhirnya Aakar Abyasa Fidzuno ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan, penggelapan, pencucian uang hingga kejahatan pasar modal. Selain Akbar, kepolisian juga menetapkan Tias Nugraha Putra sebagai tersangka.

Dari laporan yang dibuat pada 21 Desember 2020 lalu, nilai kerugian yang dialami oleh sejumlah nasabah Jouska yang melakukan komplain mencapai Rp16 miliar.[]