News

5 Fakta Mengejutkan Insiden Baku Hantam Dua Polisi vs Satu Tentara

Dua polisi dihantam hingga jatuh

5 Fakta Mengejutkan Insiden Baku Hantam Dua Polisi vs Satu Tentara
Dua polisi vs 1 TNI (twitter/@@Pencerah__)

AKURAT.CO, Kejadian baku hantam terjadi antara anggota kepolisian dan TNI viral di media sosial. Insiden perkelahian ini melibatkan dua oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dengan seorang anggota TNI Kodam XVI Pattimura di Ambon. Kejadian ini pun juga sempat viral dan menjadi perbincangan warganet. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait perkelahian anggota kepolisian dan TNI ini. 

1. Dua polisi dan satu tentara

Kejadian tersebut melibatkan seorang tentara dan dua orang polisi. Satu tentara berasal dari Kodam XVI Pattimura. Sedangkan dua anggota kepolisian berasal dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang menjabat sebagai Polisi Lalu Lintas (Polantas). 

baca juga:

2. Disebabkan penilangan

Baku hantam tersebut berawal dari adanya anggota Polri yang melakukan penilangan terhadap seorang pengendara. Namun, pengendara tersebut tidak terima. Tak hanya itu, pengendara tersebut justru melaporkannya kepada saudaranya yang merupakan seorang TNI.

3. Anggota TNI datang dan terjadi cekcok

Setelah pengendara tersebut melaporkan apa yang dialaminya kepada saudaranya yang merupakan seorang anggota TNI, beberapa waktu kemudian anggota TNI tersebut datang ke tempat kejadian. Setelahnya, dua polisi dan anggota TNI tersebut terlibat adu mulut. 

4. Video viral

Kejadian baku hantam ketiga orang tersebut juga tengah viral di sejumlah media sosial. Video berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan seorang anggota TNI yang ketika itu memukul dua anggota kepolisian hingga terjatuh. Selain itu, ada juga seorang  warga berbaju merah yang berusaha melerai perkelahian tersebut. 

5. Diselesaikan kekeluargaan

Insiden yang terjadi di depan Pols Lantas Mutiara Mardika, Ambon, pukul 16.00 tersebut kini telah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kedua pihak sepakat untuk damai dan saling memaafkan. Meski begitu, kedua insitutsi masih menyelediki terkait adanya pelanggaran kodde etik yang dilakukan oleh anggotanya masing-masing. 

Kejadian tersebut juga memaning perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Beberapa diantaranya juga sesaat kemudian berdatangan dan mencoba melerai. []