News

5 Fakta Mengejutkan Dugaan Pencurian di Museum Lapawawoi Bone, 95 Persen Benda Raib!

Pencuri berhasil membawa kabur hingga 95 persen berbagai benda yang tersimpan di museum tersebut.


5 Fakta Mengejutkan Dugaan Pencurian di Museum Lapawawoi Bone, 95 Persen Benda Raib!

AKURAT.CO Kabar mengejutkan datang dari salah satu museum di Pulau Sulawesi. Museum Lapawawoi diduga telah dibobol maling. Akibatnya, ratusan benda bersejarah yang disimpan di museum yang berada di Jalan MH Thamrin, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersebut hilang digondol maling. Bahkan, beberapa perabotan juga dikabarkan rusak. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait pencurian di Museum Lapawawoi. 

1. Terjadi ketika petugas pulang

Menurut Dinas Kebudayaan Pemkab Bone, kejadian pencurian tersebut diperkirakan pada hari Sabtu (15/1) malam hari. Pasalnya, setiap harinya, staf museum selalu berada di museum tersebut. Sedangkan, staf biasanya pulang pada pukul 17.30 WITA. Kejadian tersebut pun baru diketahui setelah staf masuk kantor dan melihat sejumlah barak atau tempat penyimpanan sudah terbuka dan kosong tak bersisa. 

baca juga:

2. 95 persen hilang

Pencurian tersebut pun dianggap sangat menyesakkan warga Kabupaten Bone. Pasalnya, barang yang tersisa di museum tersebut hanya tersisa sekitar 5 persen. Pencuri berhasil membawa kabur hingga 95 persen berbagai benda yang tersimpan di museum tersebut. Padahal, sejumlah benda tersebut adalah aset Pemerintah Kabupaten Bone yang telah bersertifikat nasional dan telah dijadikan sebaga benda peninggalan sejarah. 

3. Rambut hingga koin kuno

Banyak benda tersebut memiliki nilai sejarah yang begitu tinggi. Beberapa benda tersebut seperti duplikat rambut Raja Bone Arung Palakka, Stempel Kerajaan, Bosara, hingga berbagai benda pusaka lainnya. Selain itu, ada pula setumpuk uang kuno yang hilang lengkap bersama lemari penyimpannannya. Bahkan, pintu peninggalan yang dulunya digunakan di Istana Raja Bone XXXII, Ardi Mappunyokki pun juga dirusak. 

4. Polres Bone kantongi nama diduga pelaku

Setelah mengetahui benda-benda bersejarah hilang, pegawai museum langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bone. Sejak itu, kepolisian langsung melakukan identifikasi dan penyelidikan termasuk mengecek jaringan CCTV. Setelah melakukan berbagai penyelidikan, polisi mengaku telah mengantongi nama pelaku. Terduga pelaku tersebut adalah orang yang puluhan tahun tinggal di salah satu bagian dari museum tersebut. Bahkan, ia juga mengaku bahwa 91 persen koleksi tersebut adalah milik pribadinya. 

5. Bukan dicuri tapi dikosongkan

Sementara itu, sejumlah respons bermunculan, salah satunya dari akun Instagram @bugis_terkini dan @bone_terkini. Dalam informasi yang disampaikan oleh akun Instagram tersebut, muncul sebuah surat pemanggilan kepada Andi Baso Bone Mappasissi terkait penataan dan pemanfaatan aset pemerintah Kabupaten Bone. Setelahnya, Andi Baso juga diharapkan untuk segera menyerahkan dan mengosongkan Rumah Dinas Museum Lapawawaoi. Karena surat itu, Andi Baso kemudian mengosongkan sekitar 90 persen isi dari museum tersebut karena ia mengklaim bahwa benda-benda tersebut adalah milik pribadi yaitu dari almarhum ayah dari Andi Baso Bone. 

Museum La Pawawaoi diketahui memiliki sekitar 331 benda puaka mulai dari peralatan dapur hingga koleksi keramik dari para Raja Bone yang dulunya merupakan bekas Istana Andi Mappanyukki, Raja Bone ke-32 dan kemudian diresmikan oleh Bupati Bone, H. Suaib.[]