News

5 Fakta Mencengangkan Kejahatan Perang Sri Lanka, Presiden Diduga Jadi Dalangnya

Sri Lanka telah mengalami perang saudara selama 26 tahun. Perang tersebut telah berakhir pada 2009 dengan kekalahan milisi Macan Tamil


5 Fakta Mencengangkan Kejahatan Perang Sri Lanka, Presiden Diduga Jadi Dalangnya
PBB memperkirakan 80 ribu-100 ribu orang tewas selama 26 tahun konflik di Sri Lanka (The Telegraph)

AKURAT.CO, Pada Selasa (23/3), Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet menerima mandat untuk mengumpulkan bukti kejahatan selama perang saudara yang berlangsung lama di Sri Lanka. Dengan keputusan ini, kantor Bachelet diberikan staf baru, kekuasaan, dan anggaran senilai USD 2,8 juta untuk menyelidiki perang tersebut agar bisa dilakukan penuntutan di masa depan.

Sri Lanka telah mengalami perang saudara selama 26 tahun. Perang tersebut telah berakhir pada 2009 dengan kekalahan milisi Macan Tamil. Namun, militer negara tersebut dituding melakukan kejahatan perang yang menyebabkan banyaknya warga sipil yang jadi korban, terutama saat menjelang berakhirnya perang.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting kejahatan perang Sri Lanka

1. Perang sipil selama 26 tahun

 The Telegraph

Kelompok militan Tamil yang dikenal sebagai Macan Tamil telah melancarkan perang habis-habisan demi mendirikan negara merdeka Tamil Eelam di utara dan timur Sri Lanka sejak 1983. Setelah proses perdamaian yang dimediasi Norwegia pada 2006 gagal, militer Sri Lanka melancarkan serangan untuk merebut kembali wilayah yang dikendalikan Macan Tamil. Pada Juli 2007, militer berhasil merebut kembali seluruh bagian timur.

Serangan militer di utara pun meningkat pada Oktober 2008 saat militer Sri Lanka menyerang jantung Vanni yang dikuasai Macan Tamil. Setelah kalah berturut-turut, mereka terpaksa mundur ke pantai timur laut di Distrik Mullaitivu. Warga sipil juga melarikan diri. Pemerintah Sri Lanka dan organisasi HAM menuding Macan Tamil memaksa warga sipil ikut melarikan diri. Pada Januari 2009, Macan Tamil dan warga sipil terperangkap di sebidang kecil lahan di pantai timur laut.

2. Pembantaian 40 ribu warga sipil

Justiceinconflict.org

Saat militer Sri Lanka maju lebih jauh ke daerah-daerah yang dikuasai Macan Tamil, komunitas internasional prihatin pada nasib 350 ribu warga sipil yang terperangkap. Pada 21 Januari 2009, militer mendeklarasikan Zona Aman 32 km persegi agar warga sipil yang terperangkap dapat menyeberang ke wilayah yang dikuasai militer. Namun, sangat sedikit warga sipil yang benar-benar menyeberang, sehigga Macan Tamil dituding mencegah warga sipil pergi.

Pada 12 Februari 2009, militer menetapkan Zona Aman baru 10 km. Namun, selama 3 bulan berikutnya, militer diduga melancarkan pengepungan brutal melalui serangan darat dan udara untuk menumpas sisa-sisa terakhir Macan Tamil yang terperangkap di Zona Aman tersebut. Tak pelak, ribuan warga sipil tewas dan terluka. Panel PBB pada 2011 menduga sebanyak 40 ribu warga sipil Tamil terbunuh pada bulan-bulan terakhir perang saudara.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu