News

5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN

5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN
Serbia ingin bekerja sama dengan negara Asia Tenggara sebagai anggota ASEAN karena sangat penting secara strategis bagi negara tersebut. (SOTC Holidays)

AKURAT.CO Serbia merupakan negara yang terkurung daratan di Eropa Tenggara dan Tengah, terletak di persimpangan Dataran Pannonia dan Balkan. Namun, baru-baru ini Serbia mewacanakan ingin bergabung dengan ASEAN, padahal jelas-jelas mereka bukan negara Asia Tenggara. Kabar ini beredar setelah perdana menterinya berkunjung ke salah satu negara Asia Tenggara, Singapura.

Serbia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari Singapura untuk bergabung dengan ASEAN. Namun, dibutuhkan persetujuan dari negara Asia Tenggara lainnya. Lantas, seperti apa serba-serbi Serbia dan apa motifnya ingin bergabung dengan ASEAN?

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta menarik Serbia yang ingin bergabung dengan perhimpunan negara Asia Tenggara.

baca juga:

1. Penghasil rasberi terbanyak di dunia
5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN - Foto 1
Alternativeserbia

Serbia merupakan salah satu pengekspor terbesar rasberi di dunia, tepatnya pengekspor terbesar ke-2. Berdasarkan data Kantor Statistik Republik (SORS), Serbia menghasilkan 118.674 ton rasberi pada 2020. Kota Arilje pun menjadi 'ibu kota' rasberi dunia.

2. Tempat kelahiran kaisar Romawi hingga ilmuwan dunia
5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN - Foto 2
Wikipedia

Serbia merupakan tempat kelahiran 18 kaisar Romawi. Yang paling terkenal adalah Konstantinus Agung, seorang penguasa Romawi yang lahir di kota Naissus, sekarang bernama Nis. Sejumlah kota di wilayah Serbia saat ini pun merupakan peninggalan peradaban Romawi, seperti Sirmium yang kini disebut Sremska Mitrovica, Singidumum yang kini menjadi ibu kota Serbia dengan nama Beograd, dan lain-lain.

Tak sampai di situ, beberapa ilmuwan ternama lahir di Serbia. Sebut saja Nikola Tesla, seorang penemu sekaligus insinyur listrik, Milutin Milankovic, seorang ahli matematika sekaligus ahli astronomi, dan Mihaljo Pupin, seorang fisikawan sekaligus ahli kimia fisik. Jadi, bisa dikatakan bakat sains mengalir di nadi Sebia. Orang-orang ini mendedikasikan hidup mereka untuk sains dan berkontribusi besar dalam bidang penemuan ilmiah.

3. Asal mula kata 'vampir'
5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN - Foto 3
Meettheslavs

Berbeda dari kebanyakan negara lainnya, Serbia memiliki 2 aksara resmi, yaitu Kiril dan Latin. Alfabet Kiril lebih akrab bagi negara-negara Eropa Timur, tetapi lebih eksotis bagi negara-negara Eropa Barat. Di Serbia, keduanya digunakan dan masing-masing memiliki 30 huruf.

Selain itu, kata 'vampir' ternyata berasal dari bahasa Serbia. Istilah ini muncul dalam bahasa yang berbeda ketika otoritas Austria memperhatikan bahwa di utara Serbia, masyarakat menggali mayat dan membunuhnya lagi. Mereka menyebutnya sebagai 'vampir'. Makhluk ini pun merupakan bagian dari cerita rakyat Serbia.

Menariknya lagi, orang-orang dari Serbia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Makedonia Utara, dan Kroasia saling memahami bahasa mereka. Secara umum, bisa dikatakan bahwa negara-negara ini menggunakan bahasa yang sama, tetapi sebutannya berbeda di masing-masing negara.

4. Tak berminat gabung NATO
5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN - Foto 4
SOTC Holidays

Pemerintah komunis Yugoslavia memihak Blok Timur pada awal Perang Dingin. Namun, setelah Tito-Stalin pecah pada 1948, negara menerapkan kebijakan netralitas. Yugoslavia pun menjadi anggota pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961. Setelah negara ini bubar, sebagian besar negara pecahannya telah bergabung dengan NATO. Namun, Serbia sebagai pecahan terbesarnya memilih mempertahankan kebijakan netralitas Yugoslavia.

Serbia pun bersitegang dengan NATO akibat intervensi NATO di Bosnia-Herzegovina pada 1992. NATO juga mengebom target di Serbia selama Perang Kosovo pada 1999. Namun, setelah Presiden Slobodan Milosevic digulingkan, Serbia ingin meningkatkan hubungannya dengan NATO. Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Zoran Dindic, negara itu tak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan NATO. Namun, setelah Dindic dibunuh pada 2003, Serbia semakin mantap memilih jalan netralitas militer. Hubungan dengan NATO pun kembali tegang setelah Kosovo memproklamasikan kemerdekaannya pada 2008 berkat dukungan keamanan dari NATO.

Di sisi lain, Serbia diundang dan bergabung dengan program Kerja Sama Perdamaian NATO selama KTT Riga 2006. Pada 2008, negara itu diundang untuk bergabung dengan program dialog intensif kapan pun mereka siap. Pada 1 Oktober 2008, Menteri Pertahanan Serbia Dragan Sutanovac menandatangani Perjanjian Barter Informasi dengan NATO, salah satu prasyarat untuk menjadi anggota sejati program Kerja Sama untuk Perdamaian (IPAP). Pada bulan April 2011, proposal IPAP Serbia disetujui oleh NATO. Serbia pun mengajukan draf IPAP pada Mei 2013 dan perjanjian itu diselesaikan pada 15 Januari 2015.

Namun, pada Maret 2022, Presiden Serbia Aleksandar Vucic menegaskan kembali bahwa pemerintahannya tak tertarik menjadi anggota NATO. Berdasarkan jajak pendapat bulan itu, 82 persen warga Serbia menentang bergabung dengan NATO. Sebaliknya, hanya 10 persen mendukung gagasan tersebut. Keanggotaan NATO hanya didukung oleh 2 partai minoritas, yaitu Gerakan Pembaruan Serbia, yang hanya memiliki 2 kursi di Majelis Nasional, dan Partai Demokrat Liberal, yang saat ini tak memiliki kursi parlemen. Sementara itu, Partai Demokrat meninggalkan sikap pro-NATO dengan dalih kerja sama perdamaian saja sudah cukup.

5. Didukung Singapura untuk bergabung dengan ASEAN
5 Fakta Menarik Serbia, Bukan Negara Asia Tenggara tapi Ambisi Gabung ASEAN - Foto 5
Tanjug

Kabar mencengangkan beredar setelah Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic bertemu dengan Presiden Singapura Halimah Yakob dan Menteri Keamanan Nasional Teo Chee Hean. Sementara itu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong absen dari pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, Brnabic mengaku mendapat dukungan penuh dari Singapura agar Serbia dapat menandatangani perjanjian kerja sama dan persahabatan dengan ASEAN.

"ASEAN secara strategis penting bagi negara kita. Perdana Menteri mengatakan Serbia mengantongi dukungan untuk bergabung dengan ASEAN, sebagai negara non-Asia Tenggara. Hal ini membutuhkan persetujuan dari negara-negara anggota ASEAN, dan Singapura adalah salah satu yang terpenting," bunyi pernyataan di laman resmi pemerintah Serbia.

Brnabic pun berencana untuk berdiskusi dengan Presiden Vucic sepulangnya dari Singapura untuk memulai prosedurnya.

"Karena secara strategis ini sangat penting bagi kami," sambungnya.

Brnabic juga menyatakan harapannya agar pejabat tinggi pemerintah Singapura berkunjung ke Beograd.

Itulah 5 fakta menarik Serbia. Akankah negara ini berhasil bergabung dengan ASEAN, meski bukan negara Asia Tenggara? []