News

5 Fakta Menarik Sansha, Kota Terbaru China yang Jadi Sinyal Kematian Diplomasi LCS

5 Fakta Menarik Sansha, Kota Terbaru China yang Jadi Sinyal Kematian Diplomasi LCS
Kota Sansha terletak di Kepulauan Paracel yang disengketakan (Richard Cronin and Zach Dubel /stimson.org)

AKURAT.CO, Belakangan ini, kota baru China bernama Sansha kembali menghiasi berbagai laman media massa. Terlebih, meski letaknya ada di teritori Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan, Sansha justru makin berkembang pesat.

Keseluruhan wilayahnya pun disebut-sebut mencapai ribuan kali lebih besar daripada New York City, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Shansa juga dikatakan mulai mengembangkan pariwisata hingga infrastruktur penting lainnya, termasuk pelabuhan yang makin diperluas hingga layanan jangkauan internet 5G.

Lalu bagaimana sejarah kemunculan Sansha dan hal menarik lain apa yang disimpan kota baru China ini? Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Kamis (24/2) menghimpun 5 fakta menarik Sansha, kota teranyar China yang jadi kontroversi global.

baca juga:

1. Lahir pada tahun 2012

China tercatat mulai mengumumkan Sansha sebagai prefektur barunya pada Juli 2012 silam. Saat lahir itu, Sansha langsung berhasil membetot perhatian berbagai media internasional.

Business Insider misalnya, segera menyebut bagaimana pendirian Sansha terlihat sebagai upaya China untuk meningkatkan klaimnya atas kedaulatan LCS yang disengketakan. Dijelaskan pula bahwa saat itu, kota Sansha hanya akan menampung 613 orang hingga belum ada cukup ruang untuk bangunan bandara, kantor pos, bank, supermarket, hingga rumah sakit.

Insider juga membeberkan bagaimana pengumuman tentang Shansa datang hanya sehari setelah Beijing menyampaikan rencana untuk mendirikan garnisun militer di sejumlah pulau, yang ikut diklaim oleh Vietnam.

2. Kelahiran Sansha disebut-sebut sebagai 'sinyal matinya diplomasi dalam sengketa LCS'

Salah satu ulasan paling menarik tentang kelahiran Sansha ditulis oleh surat kabar Hong Kong, South China Morning Post (SCMP). Terlebih, dalam ulasannya, SCMP secara blak-blakan menyebut bahwa lahirnya Sansha adalah sinyal matinya diplomasi dalam sengketa LCS. SCMP juga sampai mengatakan bagaimana Sansha adalah bukti bahwa China telah menjadi perambah terutama jika dilihat dari sudut pandang Vietnam.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu