News

5 Fakta Menarik Minyak Goreng jadi Satu Harga Rp14 Ribu, Emak-emak Sempat Angkat Tangan!

Aturan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia.


5 Fakta Menarik Minyak Goreng jadi Satu Harga Rp14 Ribu, Emak-emak Sempat Angkat Tangan!
Minyak goreng kemasan (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Per tanggal 19 Januari 2022 atau hari Rabu, pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng menjadi satu harga yaitu di angka Rp14 ribu per liter. Aturan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Tak hanya itu, kebijakan satu harga tersebut juga ditetapkan kepada seluruh minyak goreng. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait harga minyak goreng Rp14 ribu per liter tersebut. 

1. Warganet pilih goreng pakai air

Sebelum akhirnya diatur dalam kebijakan satu harga yang baru diumumkan beberapa hari lalu, harga minyak goreng nasional begitu tinggi. Karena harga yang begitu tinggi, banyak masyarakat yang menyatakan keluhannya. Bahkan, untuk menyampaikan kritikan, beberapa warganet membuat sebuah aksi unik. Seorang akun TikTok memilih menggoreng kerupuk tidak lagi dengan minyak goreng tetapi dengan air. Aksi ini pun sempat viral di sejumlah media sosial. 

baca juga:

2. Emak-emak angkat tangan

Aksi yang dilakukan warganet memang begitu beragam. Selain melakukan aksi dengan memanfaatkan air untuk menggoreng kerupuk, warganet juga dihebohkan dengan video keluhan emak-emak terkait harga minyak goreng yang begitu tinggi. Dalam video tersebut terlhat enak-emak menyatakan bahwa dirinya sudah angkat tangan dengan harga minyak goreng yang terus meninggi.

3. Minyak goreng satu harga

Melalui Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah telah mulai memberlakukan kebijakan satu harga untuk minyak goreng di berbagai wilayah Indonesia, yaitu seharga Rp14 ribu per liter. Pemberlakuan kebijakan tersebut telah dimulai pada hari Rabu (19/1) pukul 00.00 WIB. Selain diterapkan ke seluruh wilayah di Indonesia, penerapan kebijakan tersebut juga diberlakukan kepada seluruh merek minyak goreng dari ukuran 1 liter hingga 25 liter. 

4. Gelontorkan dana hingga Rp7,6 triliun

Selain itu, pemerintah juga telah menggelontorkan dana hingga Rp7,6 triliun demi membiayai penyedian minyak goreng Rp14 ribu per liter tersebut. Dari nilai tersebut, nantinya, pemerintah akan menyiapkan hingga 250 juta liter per bulannya atau sama dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar. Persediaan tersebut diperkirakan hingga 6 bulan ke depan. Selain itu, nilai tersebut juga digunakan untuk mengganti selisih harga kepada produsen minyak goreng atas kerugiannya yang dialami setelah menjual minyak goreng di bawah harga produksinya. 

5. Diminta tidak panic buying

Pemerintah juga menekankan bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi bagi produsen yang tidak patuh dengan kebijakan harga minyak goreng Rp14 ribu tersebut. Sanksi tersebut mulai dari pembekuan hingga pencabutan izin. Selain itu, menteri Perdagangan juga menyatakan bahwa stok minyak goreng hingga kini masih aman. Maka dari itu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. 

Sedangkan untuk pasar tradisional, penerapan harga minyak goreng Rp14 ribu akan diberikan jangka waktu hingga satu minggu ke depan. []