Olahraga

5 Fakta Menarik Medali Olimpiade Tokyo 2020, Terbuat dari Limbah!

Pada Olimpiade Tokyo 2020 ini, pembuatan medali berasal dari 100 persen limbah elektronik


5 Fakta Menarik Medali Olimpiade Tokyo 2020, Terbuat dari Limbah!
Medali Olimpiade Tokyo 2020 (marca.com)

AKURAT.CO Hingga hari hari ini, Kamis (29/7), Indonesia telah mengoleksi 3 medali dan menempati peringkat 40 di Olimpiade Tokyo 2020. Gelaran olahraga paling prestisius di dunia ini telah dimulai sejak tanggal 23 Juli 2021 lalu dan akan berakhir pada 8 Agustus 2021 nanti. Meski sempat ditunda selama hampir satu tahun, berbagai hal terkait Olimpiade 2020 ini selalu menyita perhatian warganet. Salah satunya adalah dari sisi pembuatan medali yang unik. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait medali Olimpiade Tokyo 2021 ini. 

1. Medali terbuat dari limbah

Sejak Olimpiade Rio pada tahun 2016 lalu, medali yang diberikan pada para atlet terbaik di masing-masing cabor terbuat dari limbah. Namun, pada olimpiade yang digelar di Brasil, limbah elektronik hanya menyumbang sekitar 30 persen dari keseluruhan material medali. Sedangkan pada Olimpiade Tokyo 2020 ini, pembuatan medali berasal dari 100 persen limbah elektronik. 

2. Libatkan seluruh warga 

Dalam pembuatan medali yang memanfaatkan limbah elektronik tersebut, Jepang menyertakan partisipasi dari masyarakatnya. Dimulai sejak tahun 2017, pemerintah Jepang telah membuat sejumlah titik penjemputan berbagai limbah elektronik yang telah dikumpulkan dari sekitar 90 persen kota dan desa di Jepang. Berbagai limbah elektronik tersebut adalah ponsel, komputer, laptop, hingga konsol game yang tidak terpakai. 

3. Terkumpul lebih dari 6 juta ponsel

Dari proses pengumpulan berbagai barang elektronik bekas dari berbagai penjuru Jepang, setidaknya terkumpul sekitar 6,21 juta ponsel bekas. Dari sejumlah alat elektronik tersebut diperoleh 32 kilogram emas, lebih dari 4 ton perak, dan 2 ton perunggu.  Keseluruhan material tersebut dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan 5 ribu medali yang akan diberikan ketika Olimpiade Tokyo 2020. 

4. Kompetisi desain

Jepang memang memiliki sejumlah cara kreatif dalam melibatkan berbagai urusan pemerintah terutama untuk mendukung penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Selain partisipasi dalam pengumpulan limbah, pemerintah Jepang juga mengikutsertakan masyarakatnya untuk mendesain medali. Sebuah kompetisi terbuka untuk memilih desain terbaik pun dibuka. Hingga akhirnya, seorang warga Jepang bernama Junichi Kawanishi terpilih sebagai pemenang. 

5. Medali emas tidak seluruhnya terbuat dari emas

Sejak tahun 1912 silam, panitia Olimpiade telah menentukan bahwa pembuatan medali emas tidak boleh sepenuhnya terbuat dari emas karena menghindari pencurian dan perdagangan. Namun, sebuah medali emas minimal harus ada 6 gram emas murni. Sedangkan dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini, medali emas terbuat dari 6 gram emas dan 92,5 persen siasanya terbuat dari perak, medali perak terbuat dari murni perak, dan medali perunggu terbuat dari 5 persen seng dan 95 persen tembaga. 

Pemanfaatan berbagai limbah yang dimulai pada Olimpiade Rio tahun 2016 lalu adalah salah satu bentuk kepedulian dunia terhadap pelestarian lingkungan.[]