Tech

5 Fakta Menarik Mastodon, Medsos 'Pelarian' Pengguna Twitter

5 Fakta Menarik Mastodon, Medsos 'Pelarian' Pengguna Twitter
Tampilan Mastodon, media sosial pelarian pengguna Twitter. (Mastodon)

AKURAT.CO Twitter dilanda keributan setelah diakuisisi oleh orang terkaya di dunia, Elon Musk. Tagar #RIPTwitter menjadi trending topic pada Jumat (18/11), karena kantor perusahaan jejaring sosial tersebut bakal ditutup sementara hingga 21 November dan karyawan kehilangan akses ke gedung perkantoran. Hal ini terjadi karena karyawan Twitter berencana untuk mengundurkan diri setelah ultimatum Musk untuk bekerja dengan 'hardcore' (sangat keras) atau pulang dengan pesangon.

Akibatnya, banyak pengguna Twitter ramai berpindah ke media sosial bernama Mastodon. Lantas, apa itu Mastodon? Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta mengenai media sosial yang sedang viral ini.

1. Didirikan karena ketidakpuasan seorang pengguna setia Twitter

Mastodon gGmbH merupakan sebuah organisasi nirlaba dari Jerman yang mengembangkan perangkat lunak Mastodon. Mastodon mulai dikerjakan pada tahun 2016 sebagai proyek sumber terbuka (open source) oleh Eugen Rochko. Ia merupakan pengguna setia Twitter sejak 2008 yang tidak puas dengan keadaan dan arah media sosial berlogo burung tersebut. Proyek ini secara resmi tergabung sebagai gGmbH (bentuk Jerman dari LLC nirlaba) pada tahun 2021.

baca juga:

2. Sebanyak 70.000 orang bergabung Mastodon setelah Elon Musk akuisisi Twitter

Mengutip The Guardian, sejak pengambilalihan Twitter oleh Elon Musk, tercatat lebih dari 70.000 pengguna bergabung dengan Mastodon sehari setelah pengumuman tersebut. Bahkan, berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Mastodon, per 18 November 2022 tercatat ada 2 juta pengguna aktif bulanan dengan sebanyak 6.000 server di media sosial tersebut.

3. Menggunakan konsep terdesentralisasi

Mastodon juga menggunakan konsep terdesentralisasi sama dengan Bluesky, media sosial yang diluncurkan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Hal ini memungkinkan Mastodon memiliki banyak server dengan berbagai kategori seperti kategori umum, aktivisme, teknologi, seni, dan sebagainya. Pengguna bisa memilih server sesuai dengan preferensi mereka.

4. Memiliki perbedaan dengan Twitter

Mastodon berbeda dengan Twitter yang merupakan jejaring sosial tunggal. Mengutip The Guardian, Mastodon bukanlah satu situs web tetapi jaringan ribuan situs web yang disebut sebagai server. Server-server tersebut "terfederasi", yang berarti dijalankan oleh entitas yang berbeda tetapi tetap dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa harus melalui sistem pusat. Dan ruang tempat berkumpul itu disebut "fediverse" atau biasa juga disebut "the Fedi". 

Mastodon memiliki tampilan seperti Twitter dengan pengalaman pengguna seperti Discord, sebuah platform di mana penggunanya dapat bergabung dengan berbagai server dengan aturan sendiri. Tetapi, bedanya yaitu Mastodon tidak memungkinkan penggunanya untuk membuat server ataupun moderasi konten dan membuat aturan postingan. Server hanya dapat digunakan sebagai tempat berinteraksi satu sama lain.

5. Disinyalir aman untuk digunakan

Mastodon dinilai lebih aman dari segi keamanan informasi dan privasi data. Sebagai platform open source, Mastodon tidak memiliki iklan. Sebagian sumber dana berasal dari crowdfunding. Sementara mayoritas server didanai oleh para penggunanya. Mastodon Social dan Mastodon Online, server yang diawasi Mastodon didanai melalui Patreon, platform keanggotaan bagi pembuat konten untuk menjalankan layanan berlangganan. Tidak adanya iklan menandakan bahwa pada jejaring sosial ini tidak terjadi proses jual beli data.

Itulah fakta menarik Mastodon, tertarik hijrah ke media sosial tersebut?[]