News

5 Fakta Menarik Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Pengganti Lili Pintauli Siregar

5 Fakta Menarik Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Pengganti Lili Pintauli Siregar
Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung, Johanis Tanak menyampaikan paparan saat mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (fit and proper test) Calon Pengganti Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Pengganti Komisioner KPK diikuti dua orang yakni Johanis Tanak dan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) I Nyoman Wara untuk menggantikan Lili Pintauli Siregar yang (Sopian)

AKURAT.CO Johanis Tanak resmi menggantikan Lili Pintauli Siregar sebagai wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Johanis Tanak terpilih sebagai Wakil Ketua KPK dalam pemilihan dan pemungutan suara dari Komisi III DPR. Ia terpilih pada hari Rabu, 28 September 2022 dengan total suara sebanyak 38 suara. Johanis Tanak unggul lebih banyak 24 suara dibanding lawannya, I Nyoman Wara.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik mengenai Johanis Tanak.

1. Doktor dari Universitas Airlangga

Johanis Tanak menempuh pendidikan dari Fakultas Hukum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Ia kemudian menyelesaikan gelar doktornya di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Airlangga di tahun 2019. Ia resmi menempuh seluruh pendidikan tersebut hingga memiliki kecakapan dan keahlian dalam bidang hukum yang mumpuni.

baca juga:

2. Menjabat sebagai Kepala Jaksa Tinggi Sulawesi Tengah

Johanis Tanak memulai kariernya menjadi jaksa di daerah Sulawesi Tengah. Ia kemudian terus menaiki karier sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di tahun 2014. Dari sinilah ia terus berkembang hingga pernah mencapai posisi Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi. Ia juga pernah mendaftar sebagai Capim di tahun 2019 lalu. Namun baru diterima pada tahun ini.

3. Program Restorative Justice

Dalam kampanye Johanis Tanak untuk mendapatkan posisi Capim, ia menyampaikan tentang program Restorative Justice. Restorative Justice yang ia maksud adalah menggunakan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam proses penyelidikan. Ia mengatakan, jika dalam pemeriksaan terhadap suatu dana terdapat kerugian uang negara, dana tersebut harus dihentikan dan dikembalikan dalam tempo 60 hari. Menurutnya, hal ini akan lebih memudahkan proses penyelidikan dan mengurangi anggaran untuk memproses pelaku tindak pidana korupsi.

4. Menuai kritik dengan pandangannya

Pandangannya terhadap Restorative Justice tentunya mendapatkan banyak kritikan. Beberapa peneliti merespons bahwa program tersebut justru memberikan keuntungan kepada para pelaku tindak pidana korupsi. Selain itu, beberapa peneliti menyayangkan sikap Komisi III yang tidak melihat dan mendalami program restorative justice lebih jauh.  

5. Memiliki harta senilai Rp8 miliar

Hal ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Johanis Tanak sendiri pada tahun 2021. Pada saat itu ia masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Terdapat berbagai macam aset dengan harga yang fantastis dimiliki oleh Johanis Tanak. 

Saat ini, Johanis Tanak resmi menggantikan Lili Pintauli Siregar yang kemarin menjabat menjadi Wakil Ketua KPK. Hal ini terjadi setelah Lili Pintauli Siregar mengundurkan diri sebelum menjalani sidang etik Dewan Pengawas KPK. []