News

5 Fakta Menarik Jaksa Agung ST Burhanuddin, Pernah Diancam GAM hingga Terima Suap

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin atau lebih dikenal ST Burhanuddin, baru-baru ini mencuri perhatian publik usai menjadi bintang tamu YouTube Deddy Corbuzier.


5 Fakta Menarik Jaksa Agung ST Burhanuddin, Pernah Diancam GAM hingga Terima Suap
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Komisi III DPR bersama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar rapat kerja membahas kelanjutan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Selain pembahasan soal gagal bayar produk JS Saving Plan senilai Rp12,4 triliun, persoalan hukum Jiwasraya juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut

AKURAT.CO, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin atau lebih dikenal ST Burhanuddin, baru-baru ini mencuri perhatian publik usai menjadi bintang tamu pada kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Dalam podcast yang diunggah pada Rabu (17/2) itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas berbagai hal. Salah satunya seperti pengakuan dirinya soal menerima suap pada salah satu kasus yang ia tangani.

Namun, karena merasa tidak tenang, ia kemudian memutuskan untuk mengembalikan uang suap tersebut kepada pihak perkara.

baca juga:

"Gak bisa tidur lho mas. Seminggu sampai putusan itu. Itu saya berpikir kembalikan uang itu. Sejak itu saya tidak mau bermain di ranah itu," katanya.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik Jaksa Agung ST Burhanuddin.

1. Lulusan Hukum Undip

Jaksa Agung ST Burhanuddin lahir di Cirebon, Jawa Barat, 17 Juli 1954. Ia merupakan seorang sarjana Hukum Pidana dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1980. Pada tahun 2001, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Indonesia. Terakhir, Jaksa Agung ST Burhanuddin kemudian meraih gelar doktor di Universitas Satyagama Jakarta tahun 2006.

2. Mantan staf Kejaksaan Tinggi Jambi

Setelah lulus kuliah S1, ST Burhanuddin kemudian mulai meniti karier sebagai staf di Kejaksaan Tinggi Jambi. Ia juga sempat mengikuti pendidikan pembentukan jaksa. Dari sanalah kemudian ia diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri di sejumlah daerah. Termasuk di wilayah Jambi dan juga Cilacap.

Silvia Nur Fajri

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu