Olahraga

5 Fakta Menarik Indonesia vs Taipei, Seshar Kembali Pahlawan & Ada Pasangan 'Daddy, Baby'

M Ahsan dan Daniel Marthin memberikan warna baru


5 Fakta Menarik Indonesia vs Taipei, Seshar Kembali Pahlawan & Ada Pasangan 'Daddy, Baby'
Shesar Hiren Rhustavito kembali menjadi pahlawan kemenangan Indonesia di babak penyisihan grup Piala Thomas (Instagram/bwf.official)

AKURAT.CO,Indonesia akhirnya lolos ke perempat final Piala Thomas sebagai juara Grup A. Capaian ini diperoleh setelah tim bulu tangkis Merah Putih mengalahkan China Taipei pada laga terakhir penyisihan grup, Rabu (13/10/2021).

M Ahsan dkk menghentikan perlawanan Lee Yang dkk dengan skor 3-2.

Sejumlah fakta menarik tersaji dari laga tersebut. Berikut sejumlah fakta menariknya:

1. Tunggal putra onfire

 Tak seperti pada laga sebelumnya melawan Thailand, di mana dua tunggal putra Indonesia gagal meraih kemenangan, pada laga melawan China Taipei, tiga tunggal putra yang diturunkan, Anthony Ginting, Jonatan Christie, hingga Shesar Hiren Rhustavito, semuanya meraih kemenangan atas lawan-lawannya.

Anthony Ginting berhasil menundukkan lawannya Chou Tien Chen dua game langsung, begitu juga Jonatan Christie. Ia sukses menundukkan Wang Tzu Wei dalam tempo 50 menit, 21-17 21-13, sekaligus memastikan Indonesia ke perempat final. 

Sedangkan Shesar berhasil mengalahkan Chi Yu Je, 16-21 21-18 21-19.

2. Shesar kembali menjadi pahlawan

Pada pertandingan ini, Shesar kembali menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. Turun di partai kelima, kedudukan Indonesia vs China Taipei saat itu adalah 2-2. Indonesia memang dipastikan sudah lolos ke perempat final. Tapi, menang atas China Taipei akan menjadikan Indonesia sebagai juara grup.

Rupanya Shesar bermain dengan motivasi tinggi. Setelah kalah di set pertama 16-21, atlet asal PB Djarum ini meraih kemenangan di dua set lainnya, 21-18 21-19.

Sebelumnya, ketika mengalahkan Thailand 3-2, Shesar juga menjadi penentu kemenangan setelah memenangi laga pada partai kelimanya.

3. Ganda putra justru kalah 

Biasanya Indonesia bertumpu pada sektor ini. Tapi ketika menghadapi China Taipei, ganda putra Indonesia semuanya kalah. 

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang sebelumnya memiliki rekor 3-0 atas Lee Yang/Wang Chi-Lin kali ini harus mengakui permainan lawannya. Fajar/Rian kalah dalam drama tiga set dari peraih emas Olimpiade itu.

Ganda berikutnya, M Ahsan dan Daniel Marthin juga menyerah kalah dalam permainan tiga set.

4. Muncul pasangan 'daddy' dan 'baby'

Mohammad Ahsan dan Daniel Marthin yang turun sebagai ganda kedua sebenarnya tampil memukau. Pasangan terpaut usia jauh, sehingga memunculkan istilah 'daddy' dan 'baby' ini memberikan perlawanan sengit dan berusaha meraih kemenangan.

Sayang, mereka akhirnya menyerah di set ketiga dari pasangan China Taipei Lu Ching Yao/Yang Po Han, 23-21.

5. Penyesalan M Rian 

Kekalahan dari pasangan peraih emas Olimpiade ternyata disesali oleh M Rian. Sebab, mereka sebenarnya sudah sempat memimpin di game pertama. Ia mengakui salah satu kesalahannya, yakni servis.

"Sayang kita sudah memimpin, tapi karena kesalahan di poin-poin kritis game pertama, kami jadi kalah. Tiga kali servis saya tidak sampai. Padahal di pertandingan penting dan menentukan tidak boleh terjadi. Ini yang harus dievaluasi," ujarnya.

Tetap semangat, tim Thomas Indonesia![]