Olahraga

5 Fakta Menarik Hend Zaza, Atlet Olimpiade Suriah Berumur 12 Tahun!

Zaza biasa berlatih dalam keadaan perang


5 Fakta Menarik Hend Zaza, Atlet Olimpiade Suriah Berumur 12 Tahun!
Hend Zaza (Marca.com)

AKURAT.CO, Usia 12 tahun di Tanah Air adalah umur anak sekolah dasar (SD). Tapi, bagi Hend Zaza, di usianya yang masih kanak-kanak ia sudah mengukir sejarah menjadi atlet Olimpiade Tokyo cabang olahraga tenis meja.

Siapa sosok Zaza? Dan bagaimana bisa berlaga di ajang olahraga terbesar dunia ini? Dilansir dari Marca.com dan situs olympics.com, berikut fakta-fakta menariknya:

1. Kalahkan atlet 42 tahun 

Untuk mendapatkan kesempatan debut di Olimpiade Tokyo tahun 2021 ini, Zaza menyingkirkan atlet senior berusia 42 tahun Mariana Sahakian dari Lebanon pada babak kualifikasi Asia, Februari 2020.

Ia juga tercatat menjadi atlet tenis meja Suriah pertama yang memenangi titel nasional di semua level. "Ini adalah hadiah untuk negaraku, orangtua dan seluruh teman-temanku," kata Zaza seusai mendapatkan tiket ke Olimpiade.

2. Berlatih tenis meja sejak usia 5 tahun

Zaza memulai karier di tenis meja sejak umur lima tahun. Talentanya luar biasa. Dua tahun kemudian ia sudah ikut ajang World Hopes Week and Challenge di Doha, Qatar.

Bocah manis kelahiran 1 Januari 2009 tersebut tertarik tenis meja karena pengaruh kakaknya, Obaida. Ia juga berlatih di klub yang sama seperti sang kakak.

"Saat usiaku sekitar lima atau enam tahun, kakakku Obaida memenangi kejuaraan. Lalu aku mengikuti kariernya dan mulai berlatih," ujarnya.

3. Berlatih saat perang berkecamuk

Perang saudara Suriah yang berkecamuk mengganggu program latihan tenis mejanya. Listrik sering padam pada malam hari, yang membuatnya hanya bisa berlatih di siang hari. 

"Selama konflik, kami mengalami banyak kesulitan, dan kami tidak banyak berlatih, atau bepergian antar kota, jadi saya harus menghadapi kesulitan. Bahkan bet (pemukul) dan bola pun sulit didapat," ungkapnya dikutip dari ittf.com.

4. Dari keluarga atlet 

Zaza adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Keempat kakaknya semuanya lelaki. Ayah Zaza merupakan mantan pesepak bola dan sekarang menajadi guru/pelatih cabang olahraga senam.

"Olahraga sudah menjadi darahku," ungkapnya saat wawancara dengan CGTN.com.

Menurutnya, keluarga begitu memberikan dukungan sejak pertama kali ia menekuni tenis meja. Hingga sekarang, keluarganya sangat berandil terhadap kariernya dan terus memberikan dukungan agar berprestasi maksimal.

5. Penyuka pelajaran matematika

Meski memilih karier menjadi atlet, Zaza menayampaikan akan tetap memprioritaskan pendidikan. Untuk soal pelajaran, Zaza mengaku sangat menyukai pelajaran matematika. 

Bocah yang juga menyukai Harry Potter ini berharap bisa memberikan pengaruh besar di Olimpiade Tokyo.

Wah, keren, ya, sosok Zaza.[]