Olahraga

5 Fakta Menarik Gregoria Mariska Tunjung, Pertama Kali Dilatih Ayah hingga Rentan Cedera 

Gregoria memiliki cedera kambuhan di area pinggul


5 Fakta Menarik Gregoria Mariska Tunjung, Pertama Kali Dilatih Ayah hingga Rentan Cedera 
Gregoria Mariska Tunjung. (Instagram/badminton.ina) ()

AKURAT.CO,Pebulutangkis tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menyimpan sejumlah kisah menarik dalam kariernya. Menyukai bulu tangkis ketika masih kecil, Grego-sapaan akrabnya-kini menjadikan olahraga ini sebagai jalan hidupnya.

Pilihannya tak sia-sia. Berlatih sejak belia, Gregoria mendulang sukses dan menjadi salah satu atlet putri badminton nomor satu di Tanah Air.

Simak di bawah ini fakta menarik kariernya:

1. Minta dibelikan raket seusai nonton Thomas dan Uber 

Kecintaan Grego kepada bulu tangkis sudah dimulai sejak dini. Tapi, ia benar-benar jatuh cinta ketika menginjak usia SMP. Seusai menyaksikan laga Piala Thomas dan Uber, kepada ayahnya, ia meminta dibelikan raket.

Sejak itu ia mulai serius menjadi atlet bulu tangkis. Ayahnya adalah pelatih pertamanya.

2. Sempat berlatih ke Bandung

Pada usia sembilan tahun, Gregoria sempat meninggalkan kampung halamannya di Wonogiri untuk berlatih bulu tangkis di PB Mutiara Cardinal, Bandung. Itu menjadi salah satu pengalaman berharganya dalam meniti karier di dunia badminton 

3. Ingin memenangi medali Olimpiade

Atlet kelahiran 11 Agustus 1999 ini bercita-cita bisa memenangi medali olimpiade dan kejuaraan dunia. Saat ini cita-citanya memenangi olimpiade tengah dirintis dengan tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

4. Idolakan Taufik Hidayat hingga Ratchanok Intanon

Sosok yang juga akrab disapa Jorji ini mengidolakan Taufik Hidayat, salah satu legenda bulu tangkis Tanah Air. Selain itu, Gregoria juga mengidolai pebulutangkis Jepang Nozomi Okuhara, dan tunggal putri Thailand Ratchanok Intanon.

Ketiga sosok tersebut menjadi inspirasi Grego dalam bermain dan meraih prestasi.

5. Rentan cedera

Sayangnya, di balik performa apiknya, Gregoria termasuk atlet yang rentan cedera. Sejumlah cedera memaksanya absen di turnamen-turnamen besar.

Ia absen pada All England 2021 di Birmingham, Inggris karena mengalami cedera otot paha kanan.

Pada 2020, Gregoria juga mengalami cedera punggung. Cedera dialaminya pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Cedera kaki pertamanya dialami pada perempat final. Lalu cederanya kambuh di final. 

Pada 2018 saat turnamen Denmark Terbuka di Odense, Grego juga mengalami cedera pinggul. Ia mengatakan cederanya ini merupakan penyakit kambuhan.

Semoga di ajang Olimpiade Tokyo 2021, prestasi Grego membuat bangga.[]