News

5 Fakta Menarik Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Hiasi Google Doodle Hari Ini

Sejak tahun 1950, Go Tik Swan telah menghasilkan ratusan motif batik.


5 Fakta Menarik Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Hiasi Google Doodle Hari Ini
Pelopor Batik Indonesia sekaligus budayawan dan sastrawan Surakarta, K.R.T. Hardjonagoro atau lebih dikenal Go Tik Swan (Dokumen Google Doodle)

AKURAT.CO, Google Doodle kembali menghadirkan ilustrasi yang memperlihatkan selembar kain bermotif batik yang dipegang oleh seorang pria, Selasa (11/5). Diketahui, pria berblangkon tersebut merupakan budayawan dan sastrawan Surakarta bernama K.R.T. Hardjonagoro atau lebih dikenal Go Tik Swan.

Adapun kemunculan Go Tik Swan di beranda pencarian adalah sebagai bentuk penghormatan dari Google, dalam rangka merayakan hari ulang tahun sang pelopor batik Indonesia yang ke-90 tahun.

Lantas, seperti apa sosok Go Tik Swan tersebut?

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik Go Tik Swan.

1. Lahir dari keluarga produsen batik

Go Tik Swan lahir di Solo, Jawa Tengah pada 11 Mei 1991. Kecintaannya terhadap batik sudah ada sejak dirinya kecil dan turun temurun dari keluarganya yang merupakan produsen batik di Surakarta. Ia pun sering berkunjung ke bengkel batik milik sang kakek untuk belajar budaya dari pengrajin lokal.

2. Ciptakan 200 motif batik

Sejak tahun 1950, Go Tik Swan telah menghasilkan ratusan motif batik. Hingga tahun 2008, telah tercacat sekitar 200 motif batik yang berhasil ia ciptakan. Adapun motif batik karya Go Tik Swan yang sangat terkenal antara lain seperti kutila peksawani, radyo kusumo, parang anggrek, hingga kuntul nglayang.

3. Filosofi di setiap batik

Motif-motif pada kain batik yang diciptakan oleh Go Tik Swan rupanya mengandung filosofi tersendiri. Salah satunya seperti pada motif 'Kembang Bangah', yang memiliki makna sebagai surat cinta atas jati dirinya. Motif tersebut pun sempat populer pada tahun 70-an.

4. Kenalkan 'Batik Indonesia'

Nama Go Tik Swan sebagai pengrajin batik juga sudah terdengar oleh Presiden Soekarno. Saat itu, keduanya sempat bertemu dalam salah satu pertunjukan di Universitas Indonesia, yang tak lain merupakan kampus tempat Go Tik Swan belajar sastra dan tari.

Kala itu, Presiden Soekarno menugaskannya untuk menciptakan gaya batik yang dapat mempersatukan bangsa. Kemudian, pada tahun 1950-an, Go Tik Swan secara resmi memperkenalkan 'Batik Indonesia'.