News

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain


5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain
5 Fakta Menarik Mantan Presiden Bolivia Evo Morales (Tlaxcala-int)

AKURAT.CO, Pada Minggu (10/11), Presiden Bolivia Evo Morales mengumumkan pengunduran dirinya. Ia diduga telah melakukan kecurangan dalam pemilu yang memicu digelarnya unjuk rasa besar-besaran. Itu sebabnya militer dan komandan polisi Bolivia mendesaknya menyerahkan tampuk kepemimpinan.

Ternyata pria bernama lengkap Evo Morales Ayma ini sudah 13 tahun memerintah Bolivia. Uniknya, ia merupakan presiden pertama yang berasal dari suku pribumi Indian. Di satu sisi, Morales dikenal sebagai sosok antiimperialis yang berhasil menekan angka kemiskinan dan buta huruf. Namun, di sisi lain, ia dianggap sebagai sosok otoriter yang mendukung pertanian koka, bahan baku pembuatan kokain. Sontak dukungannya pada kokain ini menimbulkan kontroversi lantaran berkontribusi pada produksi kokain ilegal.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta menarik Evo Morales.

1. Berasal dari keluarga Indian miskin

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain - Foto 1
Tlaxcala-int



Pria kelahiran 26 Oktober 1959 ini berasal dari keluarga miskin Aymara, suku pribumi Indian yang mendiami pegunungan Andes. Sehari-harinya, ia membantu keluarganya bertani dan menggembalakan llama dan domba. Saking miskinnya, 4 dari 6 saudara kandungnya meninggal saat masih kecil.

Pria asli Indian ini pun gagal menyelesaikan pendidikannya di Agrarian Humanistic Technical Institute of Orinoca (ITAHO). Ia kemudian bekerja serabutan sebagai pembuat batu bata, buruh harian, dan pemain terompet untuk Royal Imperial Band. Meski tertarik belajar jurnalisme, Morales lebih memilih mengikuti wajib militer dari tahun 1977-1978.

2. Menjadi pemimpin serikat petani koka

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain - Foto 2
Financial Times



Selesai wajib militer, Morales ikut keluarganya pindah ke El Chapare karena desanya dilanda kekeringan akibat gelombang El Nino. Tempat tinggalnya yang baru ini merupakan pusat perkebunan koka, bahan baku kokain. Keluarganya pun bertani koka dan Morales bergabung dengan serikat petani koka. Ditunjuk sebagai sekretaris jenderalnya di tahun 1982, sejak itulah ayah 2 anak ini terjun ke politik.

3. Pribumi pertama yang jadi presiden

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain - Foto 3
Business Insider



Nama Morales makin dikenal di Bolivia kala menentang kebijakan Perang Narkoba Amerika Serikat. Pasalnya, negara adidaya memaksa pemberantasan tanaman koka di Bolivia. Sebagai ketua serikat petaninya, ia melakukan aksi unjuk rasa antipemerintah yang berujung berulang kali dipenjara.

Terpilih sebagai anggota kongres di tahun 1997, Morales melanjutkan karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2002. Sempat gagal di tahun tersebut, ia akhirnya terpilih di tahun 2005 dan resmi dilantik di tahun 2006. Morales pun merupakan presiden pertama yang berasal dari keturunan pribumi benua Amerika.

4. Tersandung skandal kecurangan pemilu

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain - Foto 4
The Australian



Selama 13 tahun memimpin Bolivia, Morales berfokus pada pengentasan buta huruf, kemiskinan, rasisme, dan seksime. Ia berupaya mengurangi ketergantungan negaranya pada Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. Untuk melawan pengaruh Amerika Serikat, pria Indian ini membentuk aliansi dengan negara Amerika Latin sayap kiri lainnya.

Morales menuai banyak pujian karena berhasil menekan angka kemiskinan dan buta huruf secara signifikan. Berbagai penghargaan pun diraihnya. Pendukungnya juga menganggapnya sebagai pejuang hak pribumi, antiimperialime, aktivis lingkungan.

Namun, oposisi menganggapnya terlalu radikal dan otoriter. Mereka juga menuding berpihaknya Morales pada tanaman koka berkontribusi pada produksi kokain ilegal. Terpilihnya kembali Morales di tahun 2019 pun mengundang aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Bolivia. Pada 9 November 2019, Organization of American States merilis laporan adanya manipulasi perolehan suara. Polisi dan militer pun tak berpihak padanya dan mendesaknya mundur. Pada Minggu (10/11), Morales menyatakan mundur.

5. Mendapat dukungan dari negara sosialis

5 Fakta Menarik Evo Morales, Pribumi Indian Anti-AS yang Dukung Bahan Baku Kokain - Foto 5
Proceso



Menyatakan mundur pada Minggu (10/11), Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard menawarkan suaka pada Morales. Pasalnya, sudah ada 20 pejabat pemerintah dan politisi Bolivia mengungsi ke Kedutaan Besar Meksiko di La Paz.

Di mata negara-negara sosialis seperti Kuba dan Venezuela, pria 60 tahun itu dianggap sebagai simbol dari rakyat pribumi Amerika. Mereka pun menuduh oposisi melakukan kudeta terhadap Morales.


Itulah 5 fakta menarik Evo Morales.[]