Ekonomi

5 Fakta Menarik Djoko Susanto Pemilik Alfamart, dari Kios Sederhana hingga 16 Ribu Gerai!

Fakta pemilik Alfamart, Djoko Susanto.


5 Fakta Menarik Djoko Susanto Pemilik Alfamart, dari Kios Sederhana hingga 16 Ribu Gerai!
Djoko Susanto Bos Alfamart (infobiografi.com)

AKURAT.CO Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pekerja Alfamart meminta maaf sedang viral di media sosial. Usut punya usut, ternyata, pekerja tersebut justru disuruh minta maaf setelah ia memviralkan video yang memperlihatkan seorang wanita mengutil atau mengambil barang diam-diam dari Alfamart. Dengan viralnya video tersebut, banyak yang penasaran dengan pemilik usaha minimarket ini. 

DIlansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok pemilik Alfamart, Djoko Susanto. 

1. Berawal dari penjaga kios

Djoko Susanto mengawali kariernya di dunia bisnis ketika menjadi penjaga sebuah kios sederhana. Bahkan, pekerjaan tersebut telah dilakukan sejak berusia 17 tahun. Sejak 1967, ia menjaga dan mengurus sebuah kios sederhana yang dimiliki oleh orang tuanya. Kios tersebut berlokasi di Pasar Arjuna, Jakarta. 

baca juga:

2. Berkembang dengan mengambil kesempatan

Kios sederhana tersebut bernama Sumber Bahagia. Awalnya, toko yang dijaga oleh Djoko tersebut menjual berbagai baham makanan. Namun, pilihan tersebut tak lama dijalani.

Pria bernama asli Kwok Kwie Fo tersebut melihat kesempatan baru yang bisa membuat kiosnya lebih populer dan lebih besar. Ahhirnya, ia memutuskan untuk mulai menjual berbagai jenis rokok. 

3. Pengecer rokok 

Bisnis yang dipilih oleh Djoko mengalami perkembangan yang begitu pesat. Dengan begitu tak heran jika ia berhasil menarik perhatian sejumlah perokok hingga berbagai pengusaha grosir sejumlah merek rokok. Tak hanya itu, perokok, pengusaha grosir, hingga pengecer tersebut menjadi pelanggan tetap kios sederhana yang dikelola oleh pria kelahiran 1950 tersebut. Bahkan, perokok rela membayar lebih demi bisa belanja di kiosnya. 

4. Sampoerna hingga Alfamart

Perjalanan bisnis pria kelahiran Jakarta ini menemui puncaknya. Putera Sampoerna, perusahaan tembakau dan cengkeh yang ketika itu jadi yang terbesar di Indonesia, tertarik dan akhirnya bertemu dengan Djoko di awal tahun 1980. Hingga akhirnya, keduanya bersepakat untuk mendirikan 15 kios di sejumlah lokasi di Jakarta. Berawal dari Sampoerna Mart dan Alfa Toko Gudang Rabat, akhirnya kios tersebut bernama Alfa Minimart pada tahun 1994. Baru pada 2002, kios tersebut berubah menjadi Alfamart. 

5. Jadi biliuner

Namun, kerja samanya dengan Sampoerna berakhir sejak 2005 silam karena perusahaan ini memutuskan untuk berbisnis tembakau dan kerja sama dengan Philip Morris. Di sisi lain, Alfamart justru melesat dan melantai di BEI pada 2009 dengan catatan 3.300 kios.

Sejak 2011 silam, Djoko masuk ke jajaran orang terkaya Indonesia. Sementara pada 2021, Djoko Susanto masuk dalam biluner kaya dunia versi Forbes dengan kekayaan mencapai Rp23,8 triliun. []