News

5 Fakta Kronologi Pencabulan dan Penganiayaan di Malang, Korban Diancam dengan Pisau

Kasus pencabulan dan pengeroyokan seorang anak berusia 13 tahun di Malang tengah menjadi perbincangan di jagat media sosial.


5 Fakta Kronologi Pencabulan dan Penganiayaan di Malang, Korban Diancam dengan Pisau
Ilustrasi kasus penganiayaan pada anak (Canopy Children's Solutions)

AKURAT.CO Kasus pencabulan dan pengeroyokan seorang anak berusia 13 tahun di Malang tengah menjadi perbincangan di jagat media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi bulan-bulanan beberapa orang.

Mirisnya, korban diduga terlebih dahulu menjadi korban pelecehan seksual oleh suami dari salah satu pelaku kekerasan. Berikut beberapa fakta terbaru kasus pencabulan dan kekerasan yang menimpa siswi SD di Malang.

1. Awalnya diajak jalan-jalan oleh pelaku berinisial Y

Menurut ketua tim kuasa hukum korban, Leo A. Permana, korban awalnya tengah berada di kediaman temannya, berinisial D, pada Kamis (18/11) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban kemudian mendapatkan pesan singkat melalui WhatsApp, dari pelaku pencabulan berinisial Y (18).

Awalnya, Y mengajak korban untuk jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor. Namun, ternyata Y mengajak korban ke kediamannya, yang saat itu dalam kondisi sepi.

"Korban dibawa muter-muter oleh pelaku (Y). Menurut keterangan korban, dibawa ke arah bandara naik motor kelliling ke Perumahan Araya, kemudian ke TKP di Jalan Teluk Bayur," papar Leo, Senin (22/11).

2. Korban disepak dan diancam dengan pisau oleh pelaku

Lebih lanjut menurut Leo, sesampai di rumah pelaku, korban kemudian diikat dengan menggunakan selendang, sementara mulutnya ditutup. Tidak hanya itu, korban juga mendapat ancaman dengan pisau, jika tidak menuruti kemauan pelaku.

"Di TKP, korban diikat pelaku pakai selendang. Mulutnya ditutupi dan diancam dengan pisau," lanjut Leo.

3. Usai pencabulan, istri pelaku datang ke TKP

Setelah terjadi pencabulan di kediaman pelaku Y, istri Y kemudian mendatangi TKP dengan menggedor-gedor pintu rumah tersebut. Hal tersebut kemudian membuat istri pelaku marah kepada korban, dan kemudian mengajak teman-temannya untuk menganiaya korban.

4. Terjadi pengeroyokan

Sekira pukul 14.00, korban kemudian dibawa oleh teman-teman istri pelaku ke sebuah lahan kosong di kawasan Perumahan Araya. Di tempat tersebutlah terjadi pengeroyokan kepada korban yang dilakukan istri pelaku pencabulan dan teman-temannya.

5. Pelaku pengeroyokan rampas harta korban

Tidak hanya melakukan kekerasan, para pelaku juga merampas harta milik korban. Menurut Leo, uang tunai korban sebesar Rp40 ribu diambil oleh para pelaku. Tidak hanya itu, ponsel korban juga dirampas pelaku.

Itu dia deretan fakta pencabulan dan kekerasan yang menimpa seorang siswi SD di Malang.[]