News

5 Fakta Kasus Penganiayaan dan Pencabulan Siswi SD di Malang, Dikeroyok 8 Orang!

Korban alami trauma berat


5 Fakta Kasus Penganiayaan dan Pencabulan Siswi SD di Malang, Dikeroyok 8 Orang!
Ilustrasi kasus penganiayaan pada anak (Canopy Children's Solutions)

AKURAT.CO, Seorang anak di panti asuhan Kota Malang menjadi korban penganiayaan dan pencabulan. Aksi pencabulan dan penganiayaan tersebut bahkan direkam dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, sang anak disiksa beramai-ramai di sebuah lapangan oleh sejumlah anak lainnya. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kasus penganiayaan dan pencabulan anak di panti asuhan Kota Malang tersebut. 

1. Berada di panti asuhan sejak 6 tahun

Seorang siswi berinisial HN tersebut diketahui tinggal di panti asuhan di Kota Malang. sejak usianya masih menginjak 6 tahun. Siswi tersebut bersekolah di SD swasta di Kota Malang. Namun, ternyata HN masih memiliki orang tua. Sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) sedangkan sang ayah adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

2. Diperkosa di rumah pelaku

Pemerkosaan yang dialami HN yang baru berusia 13 tahun tersebut terjadi pada hari Kamis (18/11). Pelaku yang berinisial Y mengajak korban untuk jalan-jalan. Lalu, korban dibawa ke rumah Y di Kecamatan Blimbing dan diperkosa. Ketika melakukan aksi bejatnya, Y mengikat tangan korban dengan selendang dan mulutnya pun juga dibekap. Sedangkan korban diancam dengan menggunakan pisau. 

3. Dianiaya atas suruhan istri pelaku

Ketika aksi pemerkosaan tersebut dilakukan, istri dari pelaku datang dan mendapati HN berada di rumahnya. Alih-alih melindungi korban, sang istri diduga langsung menyuruh sejumlah remaja yang juga teman korban untuk melakukan penganiayaan kepada korban. Bahkan, penganiayaan yang di lakukan di sebuah lahan kosong tersebut direkam dan videonya pun viral di sejumlah media sosial. 

4. Kepolisian amankan 10 orang

Kasus ini telah ditangani oleh Polresta Malang. Setelah melakukan penyelidikan, 10 orang yang terduga telah melakukan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap siswi SD tersebut telah diamankan. Hingga kini, sejumlah pelaku tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif satreskrim Polresta Malang Kota. Dari pernyataan tim kuasa hukum korban, sejumlah penganiaya tersebut ternyata juga saling kenal dengan pelaku pencabulan. 

5. Korban mengalami trauma berat

Salah satu anggota tim kuasa juga menyatakan bahwa korban saat ini mengalami trauma berat. Selain itu, korban juga mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dialaminya. Sejumlah luka tersebut terdapat di dahi, leher, hingga kaki. Di bagian kakinya, terdapat bekas luka sundutan rokok. 

Sang anak, HN, diketahui sebagai sosok pendiam dan rajin oleh lingkungan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan. []