News

5 Fakta Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah Ibu Dino Patti Djalal

Ibu dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, dikabarkan telah menjadi korban pemalsuan sertifikat tanah oleh oknum tidak bertanggung jawab.


5 Fakta Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah Ibu Dino Patti Djalal
Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global Dino Patti Djalal bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan di ruang kerja pimpinan MPR, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (29/6/2018) (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ibu dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, dikabarkan telah menjadi korban pemalsuan sertifikat tanah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Atas kasus tersebut, Dino kemudian meminta kepada pihak kepolisian untuk segera diusut.

"Hari ini, polisi telah mulai usut kasus rumah ibu saya (lihat foto) dan kejar pelakunya. Sebagai keluarga korban, sebagai pembayar pajak, saya minta polisi berantas komplotan ini dengan profesional, cepat + tuntas, terutama otak/pimpinannya #berantasmafiatanah," kata Dino Patti Djalal, seperti dilansir dari akun Twitter, Selasa (9/2/2021).

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta kasus mafia pemalsuan sertifikat

1. Nama kepemilikan rumah berubah

Dilansir dari akun Twitter, Dino menjelaskan bahwa para pelaku telah mengubah nama kepemilikan sertifikat rumah sang ibu di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Padahal menurutnya, ibundanya tersebut tidak pernah melakukan pertemuann atau transaksi apa pun.

"Agar publik waspada: satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu-tahu sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apa pun dengan Ibu saya." terangnya.

2. Sudah 3 rumah jadi korban

Diketahui, sertifikat tanah yang berhasil dipalsukan oleh pelaku adalah milik ibunda Dino yang berada di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan. Namun, kejadian tersebut rupanya bukan kali pertama. Menurut Dino, pemalsuan ini sudah menimpa ibunya sebanyak tiga kali. Termasuk sertifikat rumah yang berlokasi di daerah Pondok Indah.

3. Pelaku gunakan KTP palsu